NEW DELHI, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyerukan kepada negara-negara anggota BRICS agar mengecam agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel ke negaranya.
Araghchi menegaskan tindakan yang dilakukan AS-Israel di Iran adalah pelanggaran hukum internasional.
Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan tingkat menteri luar negeri BRICS di New Delhi, India, Kamis (14/5/2026). Araghchi menyebut BRICS harus melawan sikap superioritas yang ditunjukkan negara-negara Barat.
"Rasa superioritas palsu dan imunitas Barat harus dipecahkan oleh kita semua," kata Araghchi, dikutip Al Jazeera.
Baca Juga: Menkeu AS Klaim Blokade di Selat Hormuz Efektif, Sebut Iran Kini Tak Mampu Bayar Gaji Tentara
Lebih lanjut, dia menekankan, Iran berperang untuk membela tatanan dunia yang diupayakan oleh BRICS. Menlu Iran menegaskan negaranya tidak akan mundur dari membela kedaulatan.
"Apakah kami mundur dari ide kami tentang kemerdekaan? Apakah kami menyerah kepada tekanan dan tindakan kekuatan imperial? Jawabannya jelas: kami tidak dan tidak akan mundur," kata Araghchi.
"Ini semua penting bagi negara-negara kelompok BRICS+ karena pertempuran yang diperjuangkan Iran untuk mempertahankan kita semua, (mempertahankan) tatanan dunia yang sedang kita bangun bersama."
Pertemuan tingkat menlu BRICS digelar di New Delhi pada 14-15 Mei 2026. Pertemuan ini mengagendakan tiga sesi terkait isu-isu gobal, 20 tahun BRICS, serta reformasi sistem multilateral.
BRICS yang dibentuk pada 2006 diketahui terus berekspansi dan menambah anggota baru hingga 2025. Indonesia bergabung dengan BRICS pada 6 Januari 2025 dan menjadi anggota penuh terbaru.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Al Jazeera
- perang iran
- brics
- pertemuan menlu brics
- iran
- menlu iran
- Abbas Araghchi





