Pemerintah Jajaki Potensi Pasar Ekspor dan Kerja Sama Bidang Pangan di Eurasia

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Indonesia menjajaki potensi pasar ekpor di Eurasian melalui Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia–EAEU FTA). Pertemuan Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI–Belarus itu membahas kerja sama di bidang Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik

“Selain menjajaki akses pasar untuk barang-barang ekspor Indonesia di kawasan Eurasia, juga diperlukan pemetaan barang-barang strategis yang dibutuhkan Indonesia dan menjadi produk andalan industri strategis di kawasan Eurasia, khususnya di Belarus,” kata Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian melalui keterangan persnya, Jumat (15/5/2026).

Tak hanya itu, Airlangga juga mengunjungi sejumlah industri strategis Belarus di sektor alat berat, kendaraan komersial, dan mekanisasi pertanian modern di Minsk, Belarus.

Belarus sendiri memiliki keunggulan dalam produksi alat berat, kendaraan komersial, serta teknologi dan mekanisasi pertanian modern.

“Penjajakan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan tersebut sejalan dengan salah satu Asta Cita Presiden Indonesia, yaitu mewujudkan ketahanan pangan nasional. Untuk mendukung tujuan tersebut, modernisasi pertanian dan tersedianya alat berat yang efisien menjadi faktor yang sangat krusial,” katanya.

Belarus juga memiliki basis industri manufaktur yang kuat dengan kontribusi sektor manufaktur mencapai sekitar 20,3 persen terhadap PDB nasional pada tahun 2024.

Selain itu pengembangan agro-industri dan mekanisasi pertaniannya mendukung ketahanan pangan nasional di Belarus, termasuk tingkat swasembada pangan yang mencapai sekitar 96 persen.

Airlangga mengatakan, Minsk Tractor Works menawarkan pelatihan dan transfer teknologi untuk mendukung agenda ketahanan pangan dan modernisasi pertanian Indonesia. Katanya semua alat berat dan mesin bisa disesuaikan dengan kebutuhan pemesan.

“Pertemuan dengan KADIN juga telah dilakukan untuk melakukan pembicaraan awal mengenai kerja sama di industri alat berat,” ujarnya.

Pemerintah juga fokus dengan kerja sama pengembangan kendaraan komersial, bus, dan kendaraan khusus industri, termasuk peluang local assembly, transfer teknologi, dan pengembangan kendaraan rendah emisi.

“Kami melihat perusahaan-perusahaan Belarus berpengalaman dalam memproduksi berbagai macam produk alat berat, terutama yang dapat memperkuat industrialisasi, mekanisasi pertanian modern, serta pengembangan industri alat berat di Indonesia,” ujar Menko Perekonomian.(lea/bil)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bank BJB dan PUSRI Perkuat Sinergi Strategis Melalui Penandatanganan MoU
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Amikom Tambah Guru Besar, Prof Arief Setyanto Soroti Peran AI untuk Pendidikan dan Pertanian
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mengkriminalisasi Inovasi Digital?
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Cara Ibu Rumah Tangga Mulai Mandiri Finansial dari Usaha Kecil di Rumah
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Xi Jinping Disebut Peringatkan Trump soal Taiwan, Rubio Tegaskan Sikap AS Tak Berubah
• 14 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.