Honda Catat Rugi Perdana dalam 70 Tahun Imbas Lesunya Pasar EV & Tarif Trump

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Raksasa otomotif Jepang Honda mencatat kerugian tahunan pertamanya dalam 70 tahun terakhir setelah investasi besar perusahaan di pasar kendaraan listrik (EV) gagal membuahkan hasil sesuai harapan.

Melansir BBC, Jumat (15/5/2026), Honda melaporkan rugi operasional sebesar 423 miliar yen atau sekitar US$2,68 miliar untuk tahun buku yang berakhir Maret 2026.

Perusahaan menyatakan akan memangkas sejumlah target produksi EV dan mulai mencari pasokan komponen dari China yang menawarkan harga lebih murah guna menekan biaya produksi.

Honda juga menyebut perubahan kebijakan di Amerika Serikat (AS) turut memperbesar tekanan terhadap kinerja keuangannya. Faktor tersebut mencakup penghapusan insentif pajak bagi konsumen AS yang membeli kendaraan listrik serta penerapan tarif impor kendaraan dan suku cadang otomotif.

Sebelumnya, konsumen di AS dapat memperoleh kredit pajak hingga US$7.500 untuk pembelian EV baru. Namun, kebijakan itu dihapus oleh Presiden AS Donald Trump pada September 2025.

Tarif impor mobil dan komponen otomotif yang diberlakukan Trump pada 2025 juga menekan profitabilitas sejumlah produsen otomotif besar dunia, meskipun tarif tersebut telah diturunkan dari 25% menjadi 15%.

Honda, yang pertama kali melantai di bursa saham pada 1957, berkembang menjadi produsen mobil terbesar kedua di Jepang. Namun, analis menilai ukuran perusahaan yang sangat besar serta karakter bisnis otomotif konvensional membuat Honda sulit beradaptasi cepat terhadap fluktuasi permintaan kendaraan listrik.

Ke depan, Honda menyatakan akan memfokuskan strategi bisnis pada pengembangan sepeda motor, layanan keuangan, dan kendaraan hybrid yang selama ini menjadi lini bisnis andalannya.

Perusahaan juga menetapkan Amerika Utara, Jepang, dan India sebagai pasar prioritas untuk pertumbuhan jangka panjang. Meski demikian, Honda memutuskan menangguhkan rencana pembangunan fasilitas produksi EV dan baterai di Kanada.

Chief Executive Officer Honda, Toshihiro Mibe, mengatakan perusahaan membatalkan target agar kendaraan listrik menyumbang seperlima penjualan mobil baru pada 2030.

Dia juga menyampaikan bahwa Honda membatalkan target untuk seluruh kendaraan produksinya menjadi EV pada 2040.

Untuk tahun buku yang berakhir Maret 2027, Honda memperkirakan kerugian terkait bisnis kendaraan listrik masih akan mencapai ¥512 miliar.

Tonggak Suram Industri Otomotif

Head of Financial Analysis AJ Bell, Danni Hewson, menilai kerugian Honda menjadi tonggak suram bagi industri otomotif global, meskipun bukan sesuatu yang mengejutkan.

“Seperti banyak produsen otomotif lama lainnya, Honda bertaruh bahwa konsumen akan cepat beralih ke kendaraan listrik, tetapi strategi itu gagal ketika arah pasar berubah,” ujarnya seperti dilansir BBC.

Menurut Hewson, faktor politik, tekanan biaya hidup, serta persaingan ketat dari produsen China memaksa Honda mengurangi agresivitas ekspansi EV dan menanggung biaya investasi yang besar.

Dia menambahkan permintaan kendaraan listrik memang meningkat dalam beberapa bulan terakhir akibat kenaikan harga bahan bakar menyusul perang AS-Israel melawan Iran. Namun, perusahaan sebesar Honda menghadapi tantangan besar untuk beradaptasi cepat terhadap perubahan pasar.

“Perusahaan seperti Honda harus menyesuaikan strategi secara cepat, dan itu sulit dilakukan untuk bisnis berskala besar seperti ini,” katanya.

Hewson juga memperingatkan kondisi pasar kendaraan listrik masih berpotensi menghadapi lebih banyak gejolak dan ketidakpastian dalam waktu mendatang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa Vulkanik Dangkal Gunung Awu Meningkat Jadi 21 Kali per Hari
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sejak 2020, 45 Orang Tewas Akibat Longsor Tambang Emas Ilegal di Sumbar
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Libur Panjang, Penjualan Tiket Kereta Api Capai 685 Ribu Lebih per 14 Mei
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Harga Tembaga Melemah, Permintaan China Mulai Tertekan
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Sergio Mattarella Mengecam Serangan terhadap UNIFIL di Lebanon dan Sebut Tidak Dapat Diterima
• 16 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.