JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Komisi XIII DPR RI Mafirion mendesak pemerintah membongkar jaringan mafia pengirim pekerja migran Indonesia (PMI) secara ilegal.
Hal tersebut disampaikan Mafirion menanggapi peristiwa tenggelamnya perahu yang mengangkut 37 WNI di perairan Pulau Pangkor, negara bagian Perak, Malaysia. Otoritas Malaysia menyebut para WNI itu masuk ke wilayahnya secara ilegal.
Politikus PKB itu menekankan peristiwa ini adalah tragedi kemanusiaan yang memprihatinkan. Dia menegaskan negara tidak boleh melihat peristiwa ini sebagai kecelakaan semata karena terdapat indikasi pengiriman PMI ilegal.
“Aparat harus membongkar jaringan yang mengambil keuntungan dari penderitaan rakyat,” kata Mafirion dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).
Dia mendesak Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan kepolisian tidak hanya mengejar nakhoda kapal. Menurut Mafirion, aktor intelektual di balik jaringan ini harus diungkap.
Baca Juga: Perahu yang Angkut WNI Tenggelam di Malaysia: Tim SAR Temukan 3 Jenazah Lagi, 7 Orang Masih Hilang
“Kalau sindikatnya tidak diputus di hulu, tragedi memilukan seperti ini akan terus berulang,” kata Mafirion, dikutip Antara.
Selain itu, dia meminta Komnas HAM dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) turut aktif menyelidiki peristiwa ini dan memberikan perlindungan bagi korban selamat.
Mafirion menegaskan peristiwa ini menyangkut martabat negara yang tidak bisa ditawar. Peristiwa tenggelamnya perahu pengangkut WNI tersebut juga menjadi alarm untuk evaluasi total sistem pengawasan keberangkatan pekerja migran.
“Keselamatan warga negara adalah tanggung jawab utama. Pemerintah harus benar-benar serius memberantas praktik ini dari hulu sampai hilir, bukan sekadar responsif saat ada jatuh korban,” kata Mafirion.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara, Bernama
- perahu wni tenggelam
- pekerja migran ilegal
- mafia pmi ilegal
- malaysia
- WNI di Malaysia
- perahu WNI tenggelam di Malaysia





