Era Baru Persaingan Bank-Bank Raksasa Dimulai

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

Peta persaingan bank-bank raksasa Indonesia akan berubah. Perubahan ini terjadi seiring dengan fase konsolidasi yang berpotensi memperkuat fundamental bisnis perbankan nasional. Era baru persaingan perbankan itu setidaknya akan terlihat pada 2027 mendatang.

Langkah konsolidasi itu antara lain ditempuh oleh PT Bank Danamon Indonesia Tbk., entitas anak konsolidasian dari MUFG Bank, Ltd. Melalui penandatanganan nota kesepahaman, Bank Danamon tengah menjajaki potensi integrasi dengan MUFG Bank, Ltd., Jakarta Branch (MUFG Indonesia).

MUFG Indonesia merupakan kantor cabang dari MUFG Bank yang telah beroperasi di Indonesia sejak 1968 dengan total aset per Desember 2025 mencapai Rp 207 triliun. Namun, statusnya saat ini bukanlah bank berbadan hukum Indonesia, melainkan Kantor Cabang Bank Asing (KCBLN).

Sementara itu, Bank Danamon merupakan bank umum swasta yang berdiri sejak 1956 dan telah diakuisisi oleh MUFG Bank sejak 2019. Hingga Desember 2025, Bank Danamon memiliki total aset konsolidasian mencapai Rp 275,7 triliun.

Seiring dengan bergabungnya kekuatan, keahlian, serta jaringan global dan nasional dari kedua entitas itu, total aset hasil integrasi akan mencapai Rp 482,7 triliun. Kini, Bank Danamon dan MUFG Indonesia tengah mempersiapkan perjanjian yang mengikat untuk tahap selanjutnya.

“Apabila integrasi nantinya telah menjadi efektif, bank hasil integrasi akan tetap menjadi entitas anak konsolidasian dari MUFG Bank, Ltd.,” tulis manajemen Bank Danamon dalam siaran pers, Senin (11/5/2026).

Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 41 Tahun 2019 tentang Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan, Integrasi, dan Konversi Bank Umum, integrasi akan mengalihkan aset atau liabilitas dari KCBLN kepada bank, diikuti dengan pencabutan izin usaha KCBLN.

Akuisisi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi kami di segmen wealth management di Indonesia.

Adapun struktur yang diusulkan akan dituangkan dalam Rancangan Integrasi. Rancangan ini kemudian diajukan kepada OJK, diumumkan kepada publik, dan dimintakan persetujuan kepada pemegang saham. Seluruh proses integrasi tersebut diperkirakan akan rampung pada 2027.

Selain Bank Danamon, PT Bank OCBC NISP Tbk atau OCBC Indonesia telah menandatangani perjanjian akuisisi atas aset dan liabilitas bisnis perbankan ritel serta manajemen aset atau wealth management milik PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia).

Proses akuisisi tersebut akan menambah 336.000 nasabah dan aset kelolaan (asset under management/AUM) sebesar Rp 89,8 triliun bagi OCBC Indonesia. Transaksi ini pun diperkirakan akan rampung pada triwulan II-2027.

Di sisi lain, AUM OCBC Indonesia diperkirakan akan meningkat sekitar 25 persen serta mendorong pertumbuhan saldo kartu kredit lebih dari 150 persen. Lebih lanjut, talenta wealth management OCBC Indonesia semakin diperkuat seiring dengan bertambahnya 1.300 karyawan.

“Akuisisi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi kami di segmen wealth management di Indonesia,” ujar Presiden Direktur OCBC Indonesia Parwati Surjaudaja dalam siaran pers, 4 Mei 2026.

Baca JugaOCBC Indonesia Memetik ”Durian Jatuh” dari Akuisisi Bisnis HSBC Indonesia
Persaingan ketat

Aksi korporasi dari kedua bank tersebut berpotensi mengubah lanskap perbankan. Adapun Bank Danamon dan OCBC Indonesia kini masuk ke dalam kelompok 10 bank dengan total aset terbesar di Indonesia.

Berdasarkan laporan keuangan triwulan I-2026, Bank Danamon tercatat berada di posisi sembilan dengan total aset sebesar Rp 279 triliun. Tepat di atasnya, OCBC Indonesia tercatat memiliki total aset mencapai Rp 312 triliun.

Dengan potensi total aset senilai Rp 482,7 triliun yang dihasilkan dari integrasi, Bank Danamon akan menggeser posisi beberapa bank sekaligus di atasnya. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan total aset PT Bank Syariah Indonesia Tbk yang senilai Rp 460 triliun (posisi ke-6).

Menurut Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan, fase konsolidasi perbankan masih akan terus berlangsung seiring dengan upaya memperkuat fundamental bisnis dan permodalan, sekaligus meningkatkan persaingan antarbank.

“Semakin bertambahnya bank besar akan membuat peta persaingan bank semakin menarik. Salah satunya terkait perebutan dana murah di segmen bank besar dan penyaluran kredit korporasi,” ujarnya saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (14/5/2026).

Di sisi lain, konsolidasi yang sehat juga dapat mendorong penguatan kinerja industri perbankan. Ini terjadi seiring dengan bertambahnya ekosistem baru yang akan memperkuat fundamental bisnis dan penyaluran kredit bank.

Kedua aksi korporasi ini dapat dimaknai sebagai sinyal bahwa persaingan perbankan ke depan akan semakin ditentukan oleh skala usaha, kekuatan modal, kualitas teknologi, dan kemampuan membangun ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi

Trioksa menambahkan, konsolidasi perbankan saat ini turut menunjukkan bahwa pasar perbankan di Indonesia masih menarik. Meski demikian, penguatan fundamental bisnis tetap penting untuk dilakukan, terutama penguatan permodalan, likuiditas dan basis bisnis yang kuat.

Pengamat perbankan dan Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) periode 2018-2025, Moch Amin Nurdin, menambahkan, dua aksi korporasi itu menandakan pertumbuhan perbankan ke depan tidak hanya bergantung pada kredit konvensional.

“Kedua aksi korporasi ini dapat dimaknai sebagai sinyal bahwa persaingan perbankan ke depan akan semakin ditentukan oleh skala usaha, kekuatan modal, kualitas teknologi, dan kemampuan membangun ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi,” ujarnya.

Dalam hal ini, bank-bank besar akan semakin agresif memperkuat posisi melalui konsolidasi. Sementara itu, bank menengah dan kecil kemungkinan akan menghadapi tekanan untuk mencari ceruk market atau mitra strategis agar tetap kompetitif.

Baca JugaRedupnya Bisnis Konsumer Bank Asing akibat Kalah Bersaing
Perkuat kinerja

Menurut Amin, konsolidasi seperti ini berpotensi meningkatkan efisiensi industri perbankan nasional, memperkuat stabilitas sektor keuangan, dan mendorong transfer teknologi maupun praktik manajemen risiko yang lebih baik.

“Ke depan, saya melihat kinerja industri perbankan Indonesia masih cukup prospektif, didukung pertumbuhan ekonomi domestik, peningkatan kelas menengah, dan akselerasi digitalisasi layanan keuangan,” katanya.

Mengutip data OJK, penyaluran kredit oleh industri perbankan pada Maret 2026 tercatat tumbuh sebesar 9,49 persen secara tahunan menjadi sebesar Rp 8.659 triliun. Pertumbuhan ini sedikit lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang 9,37 persen.

Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit investasi tumbuh tertinggi (20,85 persen), diikuti oleh kredit konsumsi (5,88 persen), sedangkan kredit modal kerja tumbuh paling rendah (4,38 persen). Sementara itu, dilihat dari kepemilikannya, pertumbuhan kredit tertinggi disalurkan oleh kelompok bank pelat merah (13,66 persen).

Dihubungi secara terpisah, ekonom Senior dari Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah, berpendapat, langkah konsolidasi perbankan akan berdampak positif bagi kinerja industri ke depan. Ini juga sejalan dengan keinginan OJK.

“Sayangnya, yang terjadi itu kan sama-sama bank besar. Harapannya, itu sebenarnya, bank yang kecil-kecil (bank buku 1) itu juga ikut konsolidasi, sehingga arsitektur perbankan kita menjadi lebih ramping,” ujarnya.

Baca JugaOJK Giring Kredit Bank untuk Bantu Program Prioritas Pemerintah

Di sisi lain, hasil konsolidasi antara bank besar dan bank kecil akan menyehatkan sekaligus meningkatkan daya saing perbankan. Dengan demikian, penguatan tersebut diharapkan dapat mendorong kinerja perbankan yang lebih solid.

Sebelumnya, OJK telah menyampaikan imbauan penguatan fundamental dan konsolidasi kepada bank-bank yang masuk dalam Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) 1 alias bank dengan modal hingga Rp 6 triliun pada Oktober 2025. Lalu, pada Desember 2025, bank-bank tersebut diundang oleh OJK untuk menyusun peta jalan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Penjaga Kapal Rekam Wanita Mandi di Toilet Berakhir Ditangkap
• 15 menit laluliputan6.com
thumb
Warga Palangkaraya Diminta Pilih Hewan Kurban Berlabel Kuning
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Emas UBS dan Galeri24 Tumbang, Antam Masih Bertahan di Level Tinggi
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Senang Bukan Main Bisa Reuni dengan Vanja Bukilic di Red Sparks pada V League 2026/2027, Ko Hee-jin: Sangat Menyenangkan!
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
417 Calon Haji Ciamis Diberangkatkan ke Tanah Suci Besok
• 20 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.