Apakah Hewan Kurban Harus Jantan? Begini Penjelasan Menurut Syariat Islam dan Pandangan Ulama

grid.id
8 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Idul Adha adalah hari raya besar kedua umat Islam yang jatuh setiap 10 Dzulhijjah. Selain salat Id, umat Islam biasanya juga melaksanakan ibadah kurban di Hari Raya Idul Adha.

Ibadah kurban dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah dan dilanjutkan pada hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Adapun hewan yang disembelih seperti kambing, sapi, atau domba sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.

Setiap menjelang Idul Adha, umat Islam akan mempersiapkan ibadah kurban dengan memilih hewan terbaik untuk disembelih. Namun, banyak masyarakat yang beranggapan bahwa hewan kurban harus berjenis kelamin jantan agar ibadah kurban dianggap sah dan lebih utama.

Tidak sedikit pula yang ragu menggunakan sapi atau kambing betina karena khawatir kurbannya tidak sesuai syariat. Lalu, bagaimana sebenarnya hukum Islam memandang hal ini? Apakah hewan kurban harus jantan, atau hewan betina juga diperbolehkan? Begini Penjelasannya.

Alasan Hewan Kurban Jantan Lebih Dianjurkan

Dilansir dari Baznas, terdapat beberapa alasan mengapa hewan kurban jantan lebih dianjurkan. Pertama, anjuran hewan kurban jantan merujuk pada praktik yang dicontohkan Rasulullah SAW alias mengikuti sunnah Nabi.

Dalam hadits riwayat Ahmad dan Ibnu Majah disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW menyembelih dua domba jantan bertanduk, berwarna putih bercampur hitam, dan dalam kondisi sehat. Dari riwayat tersebut, para ulama menyimpulkan bahwa hewan jantan lebih utama dijadikan hewan kurban.

Kendati begitu, syariat Islam tidak menetapkan hewan jantan sebagai syarat mutlak sahnya kurban. Hanya saja, pemilihan hewan jantan lebih bersifat anjuran untuk mengikuti sunnah Nabi SAW.

Selain itu, hewan jantan umumnya memiliki tubuh lebih besar, lebih kuat, dan lebih mahal sehingga dianggap mencerminkan bentuk pengorbanan terbaik kepada Allah SWT.

Alasan kedua, hewan jantan dinilai lebih berkualitas untuk kurban. Hewan jantan dinilai lebih kokoh dan daging lebih banyak dibandingkan hewan betina.

 

Karena itu, hewan jantan dianggap lebih utama untuk dijadikan persembahan dalam ibadah kurban. Selain faktor kualitas, penggunaan hewan jantan juga dinilai tidak mengganggu proses reproduksi ternak.

Berbeda dengan hewan betina produktif yang masih dapat berkembang biak, penyembelihan hewan jantan dianggap lebih maslahat karena tidak memengaruhi kelangsungan populasi ternak.

Namun, menyembelih hewan betina yang sedang bunting atau masih produktif dikhawatirkan dapat mengurangi populasi ternak dalam jangka panjang.

Melansir Kompas.com, dalam perspektif fikih, mayoritas ulama menyatakan hewan jantan maupun betina sama-sama sah dijadikan kurban selama memenuhi syarat syariat.

Menurut Imam Nawawi dalam Al-Majmu’, “Tidak makruh berkurban dengan hewan betina, namun hewan jantan lebih utama.”

Sejumlah ulama juga memandang pemilihan hewan jantan memiliki makna simbolik dalam ibadah kurban. Hewan jantan sering dikaitkan dengan kekuatan, ketegasan, dan nilai pengorbanan yang lebih besar.

Hal tersebut dianggap sejalan dengan semangat pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Demikianlah jawaban soal kenapa dianjurkan memilih hewan kurban jantan saat perayaan Idul Adha. (*)

 

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Tips Membersihkan Freezer setelah Digunakan untuk Menyimpan Daging Kurban Idul Adha, Gunakan Campuran Ini untuk Hilangkan Bau
• 22 jam lalugrid.id
thumb
84 Biduan Dangdut Tertipu Arisan Bodong, Rugi hingga Rp1,8 Miliar
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Refinancing Utang USD185,86 Juta, Jababeka (KIJA) Raih Pinjaman Jumbo 
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
SONO Hotels & Resorts Asia Menandatangani Perjanjian untuk SONO Felice Bali Canggu, Memperluas Portofolio Lifestyle di Indonesia
• 54 menit lalumediaapakabar.com
thumb
Kapal-kapal Kemanusian Sumud Flotilla Mulai Berlayar ke Gaza
• 19 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.