Pengulangan Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Kalbar Ditolak Federasi Serikat Guru, Ini Alasannya

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI memutuskan akan menggelar ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat ukuran Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Keputusan itu diambil setelah adanya polemik penilaian juri atas jawaban peserta dari SMAN 1 Pontianak.

Ketua Dewan Pakar Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti, menilai keputusan itu dilakukan sebagai langkah evaluasi pelaksanaan lomba yang ramai menjadi perbincangan publik. Apalagi, lomba ulang itu akan melibatkan juri yang independen dan mendapatkan pengawasan langsung dari pimpinan MPR.

Baca Juga
  • Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat, Warga Diminta Pakai Masker
  • Israel Gugat NYT Karena Ungkap Kebiasaan IDF Perkosa Tahanan Palestina
  • Layanan SIM Keliling Dibuka Kembali di Jakarta Setelah Libur

“Ini sepintas merupakan kebijakan yang adil," kata dia melalui keterangannya, Kamis (14/5/2026).

Meski begitu, ia menolak pelaksanaan lomba itu diulang. Pasalnya, pengulangan lomba berpotensi kuat memunculkan pro dan kontra baru yang tidak mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Retno menambahkan, mengulang Lomba merupakan kebijakan yang kurang tepat dan mengabaikan hak anak dan kondisi psikologis semua peserta lomba. Ia menilai, lomba itu tak perlu diulang. Di sisi lain, MPR harus memastikan peristiwa serupa tidak akan terulang lagi di kemudian hari.

Ia memaparkan alasan MPR tidak perlu mengulang LCC Empat Pilar di Provinsi Kalimantan Barat. Salah satunya, karena keputusan itu akan membatalkan kemenangan SMAN 1 Sambas.

"Padahal mereka menang karena usaha kerasnya, mereka pasti sudah berjuang keras untuk sampai dititik ini. Walau SMAN 1 Sambas mungkin diuntungkan dengan ketidakcermatan dewan juri, tapi itu bukan kesalahan peserta didik dari SMAN 1 Sambas ini, itu kesalahan dewan juri yang tidak profesional," kata dia.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sekjen Kemenimipas Kunker ke Lapas Garut, Puji Implementasi Ketahanan Pangan
• 14 jam laludetik.com
thumb
Cek Jadwal Operasional BCA Saat Libur 14-15 Mei 2026 dan Daftar Cabang yang Buka
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Kisah Agon, Mantan Preman Asal Gayo Lues Berangkat Haji dari Hasil Beternak Lembu
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Demo Buruh Besar-Besaran, Pemerintah Warning Ekonomi Bisa Ambruk
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Harga OTR DKI Jakarta Wuling Eksion Mulai Rp389 Juta
• 20 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.