Udara Jakarta Tak Sehat Pagi Ini, Masyarakat Disarankan Pakai Masker

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kualitas udara Kota Jakarta tercatat tidak sehat sehingga masyarakat disarankan mengenakan masker saat berada di luar rumah, demikian menurut laman IQAir, Jumat pagi, dengan pembaruan pada pukul 04.00 WIB.

IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada poin 154 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 60 mikrogram per meter kubik atau 12 lebih tinggi nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca Juga :
Kualitas Udara di Jakarta Pagi Ini Urutan Keempat Terburuk Dunia
Zulhas Minta Kader Fokus Bantu Rakyat Saat Pelantikan Pengurus PAN Jabar

PM 2,5 merupakan partikel berukuran lebih lebih kecil 2,5 mikron (mikrometer) yang ditemukan di udara termasuk debu, asap dan jelaga.

Paparan partikel ini dalam jangka panjang dikaitkan dengan kematian dini, terutama pada orang yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru kronis.

Rekomendasi kesehatan terkait kualitas udara saat ini selain mengenakan masker bagi kelompok sensitif, juga menghindari beraktivitas di luar ruangan, menutup jendela demi menghindari udara luar yang kotor, dan menyalakan penyaring udara.

Kualitas udara Jakarta tercatat berada pada urutan keempat kota/wilayah terburuk di Indonesia, setelah Tangerang Selatan, Banten dengan poin 165, Bekasi (161), dan Tangerang (155).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan berbagai solusi untuk menekan tingkat polusi udara, antara lain dengan membangun pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Jakarta dan transformasi sektor transportasi ke listrik.

Pemprov DKI menegaskan bahwa pengendalian pencemaran udara tidak bisa dilakukan oleh satu wilayah secara parsial sehingga diperlukan aksi bersama yang terintegrasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD) serta kolaborasi lintas wilayah di sekitar Jakarta.

Pemprov DKI telah menetapkan komitmen pengendalian pencemaran udara periode 2023–2030 melalui Keputusan Gubernur Nomor 576 Tahun 2023 tentang SPPU.

Strategi tersebut mencakup tiga pilar utama, yakni penguatan tata kelola pengendalian pencemaran udara, pengurangan emisi dari sumber bergerak seperti transportasi, serta pengurangan emisi dari sumber tidak bergerak seperti industri dan aktivitas lainnya. (Ant)

Baca Juga :
Pengamat Nilai Instruksi Gubernur Sumsel Berpotensi Menyulitkan Masyarakat, Ini Alasannya
Purbaya Minta Masyarakat Jangan Panik soal APBN: Duitnya Banyak, Anda Tak Usah Takut!
Pelajar hingga Masyarakat Papua Barat Daya Dilatih Belajar Bahasa Inggris

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Barcelona dan Klub Eropa Jadi Pilihan Utama Marcus Rashford, Faktor Harga yang Jadi Hambatan
• 16 jam laluharianfajar
thumb
DPRD DKI: Sekolah swasta gratis jadi kunci cegah putus sekolah
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Viral Pemulung hingga Pengemis Penuhi Trotoar Mampang, Kini Dibawa ke Panti
• 17 jam laludetik.com
thumb
Obama Bangga Tak Perlu Bunuh Banyak Orang untuk Sepakat dengan Iran di 2015
• 9 jam laludetik.com
thumb
Refinancing Utang USD185,86 Juta, Jababeka (KIJA) Raih Pinjaman Jumbo 
• 21 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.