Generasi Muda dalam Bidikan Judol: Hampir 200.000 Anak Indonesia Terpapar, Masa Depan Terancam

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Judi online tidak hanya menyasar usia dewasa, tetapi telah menyebar secara cepat ke anak-anak usia 10 tahun ke bawah yang berujung pada ancaman bagi masa depan bangsa.

Judi online sering dipromosikan secara masif melalui media digital, sering kali iklan judi online muncul dengan narasi kemudahan dan keberhasilan mendapatkan uang instan hingga memancing keinginan korban.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI Meutya Hafid menyebutkan, judi online bukan sekadar hiburan digital, tetapi juga dapat merusak ekonomi keluarga, memicu kekerasan rumah tangga, memecah belah hubungan sosial, dan menghancurkan masa depan anak-anak.

Meutya mengatakan, banyak juga perempuan yang menjadi korban tidak langsung ketika suami atau ayah mereka terjerat judi online.

Baca juga: Modus Operandi Judol internasional: Beroperasi di Satu Negara, Buru Korban di Negara Lain

Mereka kehilangan penopang ekonomi keluarga, rusaknya keharmonisan rumah tangga, hingga mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Hampir 200.000 anak terpapar judi online

Meutya mengungkapkan bahwa hampir 200.000 anak-anak Indonesia telah terpapar judi online alias judi online, bahkan di antara mereka ada yang berusia 10 tahun ke bawah.

"Hampir 200.000 anak Indonesia telah terpapar judi online, termasuk sekitar 80.000 anak di bawah 10 tahun," ujar Meutya dalam kegiatan Indonesia GOID Menyapa Gass Pol Tolak Judi Online - Jauhi Judi Online, Anak Medan Pilih Masa Depan, dikutip dari keterangan pers, Kamis (14/5/2026).

Meutya menuturkan, angka tersebut semestinya menjadi alarm serius bagi masa depan generasi bangsa akan bahayanya media digital.

Menurutnya, judi online adalah scam yang sistemnya memastikan pemain hampir selalu rugi dan kalah dalam jangka panjang.

Baca juga: 200.000 Anak Terpapar Judi Online, Anggota DPR Dorong Edukasi Bahayanya di Sekolah

"Karena itu, kita semua harus menjadi garda edukasi, saling mengingatkan, serta melindungi keluarga dan anak-anak kita dari maraknya praktik ilegal ini," ujar dia menegaskan.

Janji perangi akses judi online

Dengan adanya temuan anak-anak terpapar judi online itu, Meutya menegaskan bahwa pihaknya akan terus gencar memblokir situs dan konten judi online.

"Kami akan terus memerangi aksesnya. Tapi kalau pelakunya tidak ditindak tegas, situs baru akan terus muncul," kata Meutya Meutya menekankan perlu kerja sama lintas sektor yang lebih kuat untuk memberantas judi online di Indonesia.

Ia menyebutkan, Kementerian Komunikasi dan Digital membutuhkan dukungan dari Polri, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, dan seluruh platform digital untuk memerangi judi online.

Pasalnya, pemberantasan judi online tidak cukup hanya dengan memutus akses, take down atau penindakan hukum semata, tetapi masyarakat juga harus dilibatkan sebagai benteng utama pencegahan judi online.

Baca juga: Menkomdigi Ungkap Hampir 200.000 Anak Indonesia Terpapar Judi Online

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Kita tidak hanya menutup akses atau melakukan take down. Yang terpenting adalah menjangkau masyarakat luas dengan fakta-fakta ini, sehingga kesadaran tumbuh dari dalam keluarga dan komunitas," ujar politikus Partai Golkar itu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengkriminalisasi Inovasi Digital?
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Harga Tembaga Melemah, Permintaan China Mulai Tertekan
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Gereja Katedral Jakarta Gelar Empat Sesi Misa Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya Perketat Pengamanan 860 Tempat Ibadah
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Warga Palangkaraya Diminta Pilih Hewan Kurban Berlabel Kuning
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Permintaan Maaf Anggota DPRD Jember soal Merokok-Main Game di Rapat, Ngaku Khilaf dan Siap Disanksi
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.