Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara kembali melandai. Harga melandai seiring dengan koreksi tipis harga gas alam di Asia dan Eropa.
Harga juga tetap melemah meski pasokan di China menipis.
Merujuk Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Kamis (14/5/2026) ada di posisi US$ 133,4 per troy ons atau melemah 0,37%.
Harga batu bara sudah ambruk tiga hari beruntun dengan pelemahan 2,2%.
Harga gas alam turun dari level tertingginya setelah Donald Trump dan Masoud Pezeshkian menyepakati gencatan senjata, meskipun situasinya masih rapuh. Selain itu, laporan menunjukkan bahwa ADNOC tetap mampu mengirim sebagian kargo LNG meskipun terjadi blokade di Selat Strait of Hormuz.
Harga gas alam Eropa ambruk 0,6% pada perdagangan Kamis kemarin.
Meski demikian, ketatnya pasokan LNG global membuat harga kontrak berjangka batu bara termal masih berada lebih dari 20% lebih tinggi sejak awal tahun.
Peralihan penggunaan bahan bakar bahkan lebih signifikan di Jepang dan Korea Selatan, dua konsumen utama batu bara termal berkualitas tinggi dari Australia.
Sementara itu, pasar batu bara kokas China tetap kuat karena stok di tambang terus menurun. Kondisi ini terjadi akibat kombinasi dari pembatasan pasokan di daerah penghasil utama, terutama di Provinsi Shanxi serta inspeksi keselamatan dan pengawasan produksi yang membatasi output tambang.
Harga juga masih ketat karena pembelian aktif dari pabrik kokas dan trader, yang mempercepat penyerapan stok dan ekspektasi kenaikan harga kokas, yang mendukung permintaan bahan baku.
Akibatnya, meskipun sektor baja menghadapi tekanan, stok yang terbatas di tambang membuat harga batu bara kokas tetap bertahan.
Inventori batu bara kokas di tambang-tambang China juga dilaporkan turun ke level terendah dalam beberapa bulan. Menurut survei Mysteel terhadap 523 tambang, stok turun menjadi sekitar 5,37 juta ton, level terendah sejak awal Januari 2026.
China adalah konsumen batu bara kokas terbesar dunia. Jika pasokan domestik ketat maka China dapat meningkatkan impor dari Australia, Mongolia, Rusia, dan Kanada. Kondisi ini bisa mengerek harga batu bara kokas global.
(mae/mae) Add as a preferred
source on Google




