Kementan Perketat Pengawasan, Waspadai Daftar Penyakit Hewan Kurban Berikut Ini

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menjelang Iduladha 1447 H/2026 M, Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat pengawasan penyakit zoonosis dan keamanan pangan dari hewan kurban. Hal tersebut bertujuan melindungi kesehatan masyarakat di tengah meningkatnya mobilitas dan distribusi ternak di berbagai daerah.

"Penguatan pengawasan kesehatan hewan menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan pangan nasional, khususnya pada periode meningkatnya lalu lintas ternak menjelang Iduladha," ujar Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam keterangan resminya, Kamis, 14 Mei 2026.

Baca Juga :

Tips Memilih Hewan Kurban Sesuai Syariat Islam agar Sah dan Berkualitas
Ia menjelaskan, pengawasan akan dilakukan melalui pengawasan kesehatan hewan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia peternakan, serta edukasi penanganan daging yang aman bagi masyarakat dan panitia kurban. Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga kualitas dan jaminan keamanan produk pangan yang dihasilkan.

"SDM pertanian dan peternakan harus profesional, kompeten, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pangan yang aman, sehat, utuh, dan halal," jelasnya. Pengawasan dari hulu ke hilir Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Kementan, Tedy Dirhamsyah, menjelaskan bahwa pengawasan kesehatan hewan harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari hulu hingga hilir. Pasalnya, menjelang Iduladha permintaan dan distribusi ternak meningkat.

Ia menerangkan, pencegahan zoonosis harus dimulai sejak sebelum penyembelihan melalui pemeriksaan kesehatan hewan, pengawasan lalu lintas ternak, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai cara penanganan daging yang benar.

"Ini penting agar distribusi daging kurban tidak menjadi media penularan penyakit," katanya. Daftar penyakit Kementan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai penyakit zoonosis seperti
  • Antraks
  • Brucellosis
  • Lumpy Skin Disease (LSD)
  • Penyakit Mulu dan Kuku (PMK)
  • Jembrana
  • Infeksi cacing hati.
Penyakit tersebut dapat menular melalui kontak langsung dengan hewan sakit, darah, organ terinfeksi, maupun pangan asal hewan yang tidak ditangani secara tepat.

Ilustrasi freepik

Penyebaran zoonosis tidak hanya berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Zoonosis juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi akibat turunnya produktivitas ternak, terganggunya distribusi hewan, hingga menurunnya kepercayaan konsumen terhadap produk peternakan.

Mentan Amran menambahkan, meningkatnya distribusi hewan ternak antarwilayah harus diantisipasi dengan pengawasan kesehatan hewan yang ketat agar tidak menjadi jalur penyebaran penyakit zoonosis maupun penyakit hewan menular strategis.

"Karena itu, Kementan terus memperkuat langkah pencegahan dan pengawasan kesehatan hewan menjelang Iduladha guna memastikan pelaksanaan kurban berjalan aman, sehat, dan terbebas dari risiko penularan penyakit," tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sungai Hianga Meluap, Ratusan Warga Asahan Terdampak Banjir
• 10 jam lalupantau.com
thumb
BTN Buka Banyak Lowongan Sampai 22 Mei 2026, Buruan Daftar!
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Golkar soal Urus Izin di RI Rumit: Disharmoni Regulasi Pusat dan Daerah
• 13 jam laludetik.com
thumb
Apa itu Sistem Jalan Berbayar? Solusi yang Diberikan Dedi Mulyadi Usai Usul Hapus Pajak Kendaraan di Jabar
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Eropa di Persimpangan Krisis: Retaknya Stabilitas Lama di Tengah Dunia Baru
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.