Upaya Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menangkap Mantan Kepala Kepolisian Nasional Filipina, Ronald Dela Rosa, yang kini menjadi Senator, di Gedung Senat Filipina menghadapi tekanan yang mengerikan. Belasan tembakan meletus di gedung tersebut ketika marinir dan polisi Filipina berupaya mengamankan Ronald Dela Rosa.
Dirangkum detikcom, Jumat (15/5/2026), ICC mengonfirmasi pihaknya telah merilis surat perintah penangkapan terhadap Dela Rosa. Mereka menuduh Dela Rosa telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pembunuhan.
Sebagai informasi, Dela Rosa memimpin Kepolisian Nasional Filipina periode tahun 2016-2018, atau selama dua tahun pertama perang narkoba mematikan yang gencar pada era mantan Presiden Rodrigo Duterte. Operasi anti-narkoba itu menyebabkan kematian ribuan orang, banyak di antaranya pengguna narkoba dan pengedar narkoba level rendah.
Duterte sendiri telah ditangkap pada Maret tahun lalu, lalu diterbangkan ke Belanda dan ditahan di Den Haag, markas ICC, sembari menunggu persidangan.
Dela Rosa yang juga menjadi target penindakan hukum ICC terkait perang narkoba mematikan tersebut, menghilang dari pandangan publik sejak November tahun lalu. Dia muncul di Gedung Senat Filipina pada Senin (11/5) dan nyaris lolos dari penangkapan oleh agen pemerintah yang mengejarnya hingga ke tangga.
Saat muncul ke publik, Dela Rosa menegaskan akan melawan upaya-upaya untuk menangkap dan menyerahkan dirinya kepada ICC yang bermarkas di Belanda.
"Saya memohon kepada Anda. Saya harap Anda dapat membantu saya. Jangan biarkan warga Filipina lainnya dibawa ke Den Haag," kata dela Rosa dalam sebuah video yang diunggah di Facebook pada hari Rabu.
(maa/maa)





