Menteri KKP Resmikan Pabrik Pengolahan Ikan di Kabupaten Bintan

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad meresmikan pabrik pengolahan ikan di Kabupaten Bintan. Pembangunan pabrik untuk penguatan hilirisasi perikanan di provinsi tersebut.

Menteri Trenggono menyampaikan KKP saat ini fokus menjalankan program prioritas Presiden Prabowo Subianto melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Sehingga, sektor hulu untuk mendorong hilirisasi perikanan nasional dapat diperkuat.

"Persoalan kita sekarang ini bukan hilir kalau di perikanan, tapi pembenahan hulunya belum beres. Maka itu, pemerintah lagi membenahi sektor hulu melalui pembangunan kampung nelayan," kata Trenggono dikutip dari Antara, Jumat, 15 Mei 2026.

Dalam kesempatan yang sama, politikus PAN itu juga meminta jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat aktif mendukung dan memaksimalkan program tersebut. Menurutnya, Kepri memiliki peluang besar menjadi daerah unggulan sektor perikanan apabila mampu memanfaatkan program kampung nelayan secara optimal.

Baca Juga :

Modernisasi Kapal Perikanan, KKP Buka Lowongan 20 Ribu Awak Kapal
Eks Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) itu menegaskan, kebijakan pemerintah berpihak kepada nelayan lokal. Di mana sesuai arahan Presiden Prabowo hasil tangkapan ikan lebih banyak dikuasai dan dimanfaatkan langsung nelayan daerah.

"Nanti kapal yang dari Jawa itu, pengusaha-pengusaha itu saya stop semua. Instruksi Presiden, yang hanya boleh mengambil langsung ini nelayan. Jadi kalau kita tidak bisa memanfaatkan peluang, maka peluang itu akan lewat," ujar Trenggono

Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengapresiasi kehadiran pabrik pengolahan ikan PT BIG yang dinilai akan memberikan dampak positif bagi penguatan ekonomi maritim Kepri. Sebab, keberadaan pabrik tersebut dapat meningkatkan nilai tambah hasil perikanan daerah.

Ilustrasi industri pengolahan ikan. Foto: Istimewa.

Keberadaan industri pengolahan perikanan yang terintegrasi dengan pelabuhan dan kawasan distribusi itu menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Kepri sebagai salah satu daerah maritim dan sentra perikanan nasional.

"Pemerintah daerah tentu sangat menyambut baik investasi dan pengembangan industri pengolahan perikanan seperti ini, karena akan membuka peluang penyerapan hasil tangkapan nelayan, menciptakan lapangan kerja, sekaligus memperkuat rantai hilirisasi perikanan di Kepri," ujar Ansar.

Ansar menyatakan komitmen Pemprov Kepri mendukung program Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas pemerintah pusat. Sehingga, potensi perikanan di wilayah itu dikelola lebih optimal dan memberi manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan.

Menurut Ansar, Kepri memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar sehingga perlu sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri.

"Kita optimistis sektor ini akan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah," ucap Ansar.

Adapun pabrik baru PT BIG di Bintan berdiri di atas lahan seluas 3,4 hektare dan saat ini baru memfungsikan sekitar sepertiga dari total kawasan yang tersedia. Relokasi operasional dari pabrik lama telah dilakukan sejak enam bulan lalu, dengan lokasi baru yang dinilai lebih strategis karena hanya berjarak sekitar satu kilometer dari pelabuhan kontainer. 

PT BIG rutin mengekspor ikan ke berbagai negara, mulai dari Malaysia, Singapura, Australia, sampai Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gagal Umrah Usai Bayar Rp 116 Juta, Guru Honorer di Jambi Polisikan Travel
• 7 jam laludetik.com
thumb
Pisau hingga 12 Rekaman CCTV Diamankan di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor
• 20 jam laludetik.com
thumb
Badai Debu di India Tewaskan 96 Orang
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Telkomsel Gelar Digiland Run 2026 di Jakarta dengan Konsep Sportainment
• 50 menit lalukatadata.co.id
thumb
Telkomsat dan Nara Space Jalin Kerja Sama Pengembangan Teknologi Earth Observation di Indonesia
• 13 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.