HARIAN FAJAR, GOWA — Pusat Pengendalian (Pusdal) Lingkungan Hidup (LH) Sulawesi dan Maluku bersama sejumlah pihak menggelar aksi bersih-bersih. Kegiatan di pusatkan di Camp Pos 8 Gunung Bawakaraeng, Gowa, Sulsel. Di tempat tersebut juga dibangun fasilitas sanitasi dan surau. Aksi tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Nasional Indonesia ASRI serta persiapan menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Gunung Bawakaraeng merupakan kawasan strategis di Sulsel yang memiliki fungsi penting sebagai daerah tangkapan air bagi Kabupaten Gowa dan Kota Makassar. Tingginya aktivitas pendakian dalam beberapa tahun terakhir memang berdampak positif terhadap sektor wisata alam dan ekonomi masyarakat. Namun, kondisi tersebut juga memunculkan persoalan lingkungan, terutama terkait sampah dan minimnya fasilitas sanitasi di jalur pendakian.
Kondisi Camp Pos 8 saat ini dinilai cukup memprihatinkan. Sampah anorganik masih banyak ditemukan di area perkemahan, sementara fasilitas dasar seperti air bersih, toilet, tempat sampah, dan sarana ibadah belum memadai. Limbah manusia yang tidak dikelola dengan baik juga berpotensi mencemari sumber air di kawasan hulu, termasuk meningkatkan risiko kontaminasi bakteri E.coli.
Sebagai respons atas kondisi tersebut, Pusdal LH Sulawesi dan Maluku bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Gowa, Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, PT Vale Indonesia, Pertamina, PLN, Pelindo, komunitas pecinta alam, TNI/Polri, NGO, hingga media melaksanakan aksi bersih dan pembangunan infrastruktur hijau secara swadaya pada 13 Mei 2026.
Kepala Pusdal LH Sulawesi dan Maluku, Azri Rasul, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar aksi bersih gunung, melainkan bagian dari upaya menjaga ketahanan lingkungan dan sumber daya air di Sulawesi Selatan.
“Gunung Bawakaraeng bukan hanya destinasi pendakian, tetapi juga kawasan penyangga kehidupan. Karena itu, upaya menjaga kebersihan dan menyediakan fasilitas sanitasi yang layak merupakan investasi lingkungan jangka panjang yang manfaatnya dirasakan masyarakat luas,” ujarnya, dalam rilis kepada harian.fajar.co.id, Jumat (15/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Pusdal LH Sulawesi dan Maluku menargetkan penyelesaian pembangunan fasilitas sanitasi berupa penyediaan air bersih, toilet, tempat sampah, serta langgar di Pos 8 sebelum 5 Juni 2026 atau bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Selain pembangunan fasilitas, kegiatan juga diisi dengan aksi pembersihan sampah anorganik di area camp dan jalur pendakian. Peserta mendapat edukasi mengenai prinsip responsible mountaineering atau budaya mendaki yang bertanggung jawab dengan membawa kembali sampah masing-masing ke kaki gunung untuk diserahkan ke Bank Sampah Unit (BSU) di wilayah Lembanna dan Bulu Ballea.
Sebagai bagian dari kampanye pengurangan plastik sekali pakai, panitia turut membagikan 250 tumbler edukatif kepada peserta. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pendaki untuk mengurangi penggunaan botol plastik selama beraktivitas di alam bebas.
Pusdal LH Sulawesi dan Maluku juga membuka ruang kolaborasi bagi BUMN dan sektor swasta melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR). Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk mempercepat pembangunan fasilitas sekaligus memperkuat gerakan kolektif menjaga kawasan hulu dari ancaman pencemaran dan kerusakan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, Pusdal LH Sulawesi dan Maluku berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa menjaga gunung bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat. Keberhasilan menjaga kawasan hulu diyakini akan berdampak langsung terhadap kualitas air, kesehatan lingkungan, dan keberlanjutan ekosistem di masa depan.
Aksi bersih dan pembangunan sanitasi di Gunung Bawakaraeng diharapkan menjadi contoh gerakan kolaboratif yang dapat diterapkan di berbagai kawasan konservasi dan destinasi alam lainnya di Indonesia. Semangat Indonesia ASRI pun diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi budaya bersama dalam menjaga bumi tetap aman, sehat, resik, dan indah bagi generasi mendatang. (*)




