Ancaman benang layang-layang di jalan raya kembali memakan korban. Kali ini, seorang penumpang sepeda motor dilaporkan terluka parah di bagian wajah dan jari setelah terjerat benang layangan saat melintas di Fly Over Djuanda, Sidoarjo, Kamis (14/5/2026) kemarin, sekitar pukul 14.00 WIB.
Kejadian ini dilaporkan Munir, salah satu pendengar Radio Suara Surabaya yang juga berprofesi sebagai jurnalis. Saat itu, ia tengah berada di lokasi untuk meliput rombongan Bhikkuu. Dia mengatakan, korban adalah pasangan suami istri yang sedang berboncengan dari arah Juanda menuju ke arah Waru/Surabaya.
Ia menceritakan situasi saat itu cukup tenang hingga sebuah motor berhenti secara tiba-tiba tak jauh dari tempatnya menunggu rombongan biksu lewat.
“Tiba-tiba di depan warung yang di mana saya menunggu itu ada pasangan suami istri berhenti mendadak. Terus ya saya samperin tak kira sesuatu atau barang bawaannya itu jatuh. Karena di situ lumayan cukup kencang soalnya arah turunan dari Juanda ke arah Aloha,” cerita Munir kepada Radio Suara Surabaya, Jumat (15/5/2026) pagi.
Setelah dihampiri, ternyata penumpang motor tersebut sudah dalam kondisi terluka akibat benang yang melintang di atas fly over.
“Enggak tahunya, kena benang layangan. Kan itu pas di fly over tengah-tengah atas itu kan ada besi penghalang. Kayaknya mulai dari situ kenanya. Sampai ke beliau berhenti itu sekitar 80 meter lah (dari besi penghalang),” tambahnya.
Kata Munir, meski sang suami yang mengemudi tidak mengalami luka, sang istri yang dibonceng justru mengalami cedera yang sangat serius. Benang layangan tersebut tidak hanya mengenai helm, tetapi juga melukai bagian wajah dan jari korban.
“Istrinya yang dibonceng. Dan cukup parah (lukanya). Di wajah itu di bawah bibir melintang ke kiri ke kanan sekisaran 15 cm. Dan yang ke dalam. Sama tangan kiri kalau enggak salah. Telunjuk sama kelingking,” jelas Munir.
Kekuatan benang tersebut bahkan mampu memutus tali tas milik korban yang terbuat dari bahan cukup kuat. “Berboncengan berdua sampai tas ceweknya itu putus. Padahal tali webbing ketebalan 3 mili, lebar 3 cm itu putus del. Dua dua sisi itu,” katanya.
Munir sempat berusaha memberikan bantuan awal, namun karena kondisi luka yang cukup parah, ia segera menyarankan agar korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. “Saya sarankan ke rumah sakit terdekat. Saya enggak kuat karena darah di bibirnya itu. Saya takut kehabisan (darah),” tuturnya.
Adapun benang yang menjerat korban diketahui merupakan jenis senar berwarna biru yang sangat tipis namun tajam. Saat ini, kata Munir, barang bukti benang tersebut telah diamankan oleh pihak keamanan dealer di sekitar lokasi kejadian.
Munir pun menitipkan pesan bagi para pengendara motor agar lebih waspada, terutama di daerah-daerah yang rawan banyak pemain layang-layang.
“Saran buat pengendara terutama motor gitu. Gunakan helm yang ada kacanya. Ya, full face ya ini ya harusnya. Dan jangan ngebut. Itu ya, sekarang lagi musim ya. Bahaya juga. Padahal benangnya itu kan senar. Enggak kayak dulu,” pungkasnya.
Adapun cerita dari Munir ini telah diteruskan Suara Surabaya ke pihak kepolisian, dan telah direspon Kompol Yudhi Anugerah Putra Kasat Lantas Polresta Sidoarjo. “Siapppp,” jawab Kasat Lantas singkat saat dihubungi via WhatsApp. (bil/ipg)



