JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak kepolisian masih menunggu hasil otopsi untuk mengetahui penyebab tewasnya empat penghuni rumah yang kebakaran di Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (13/5/2026) dini hari.
Belum diketahui apakah satu keluarga tersebut tewas dilahap api atau sesak napas karena asap pekat.
"Untuk jenazah juga telah dilakukan otopsi dan menunggu hasil otopsi," ujar Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok, AKP Handam Samudro kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat (15/5/2026).
Baca juga: 4 Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Sunter Agung Jakut
Polisi juga masih mendalami penyebab kebakaran tragis tersebut.
Polisi dan Puslabfor Polri telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebabnya.
"Hasilnya masih menunggu pengujian laboratorium forensik," kata Handam.
Dua asisten rumah tangga (ART) yang selamat dari kebakaran itu telah dimintai keterangan oleh penyidik.
"Kondisinya selamat dan sudah memberikan keterangan ke penyidik. Saat ini sementara tinggal bersama keluarga korban kebakaran," ujar dia.
Empat orang yang tewas dalam insiden ini, yakni B (78), KB (77), PM (55), dan NP (50).
Mereka ditemukan oleh petugas di dalam kamar setelah api berhasil dipadamkan.
Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara Gatot Sulaeman mengatakan, dua ART berinisial L (22) dan E (27) yang selamat mengalami shock.
Baca juga: 4 Korban Tewas Kebakaran Rumah di Sunter Jakut Satu Keluarga, Ada 2 Lansia
Selain dua ART, salah satu anggota keluarga juga selamat dari kejadian karena sedang berada di luar rumah.
Kebakaran diketahui setelah tetangga melihat asap hitam dari lantai dua rumah sekitar pukul 04.00 WIB.
"Kemudian warga melaporkan kejadian tersebut ke security. Lalu security mendatangi lokasi untuk penanganan awal menggunakan APAR namun tidak berhasil,” jelas Gatot.
Petugas keamanan kemudian mendatangi Pos Pemadam Sunter Podomoro untuk meminta bantuan penanganan kebakaran.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang