JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat komunikasi politik, M. Jamiluddin Ritonga menilai final Lomba Cerdas Cermat (LCC) di Kalimantan Barat (Kalbar) yang menjadi polemik baru-baru ini tidak mencerminkan semangat empat pilar MPR RI.
Empat pilar itu sendiri terdiri dari Pancasila sebagai ideologi negara; UUD NRI 1945 sebagai konstitusi negara; NKRI sebagai bentuk negara; dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
"Sangat ironis bila sosialisasi LCC Empat Pilar MPR RI itu yang salah satunya ingin menggelorakan demokrasi Pancasila justru tercoreng oleh perilaku juri yang otoriter," ujar Jamiluddin, Jumat (15/5/2026).
"Dengan semena-mena menilai jawaban peserta LCC mengindikasikan juri tersebut abai terhadap makna demokrasi Pancasila," sambungnya.
Baca juga: Alasan MPR Ulang Final LCC di Kalbar: Akui Ada Kekhilafan, Bakal Pakai Juri Independen
Menurutnya, lomba cerdas cermat tersebut semakin diperparah dengan pembawa acara yang mengabaikan prinsip keadilan.
"Jadi, juri menunjukkan watak otoriternya, sementara MC menonjolkan ketidakadilannya dalam melaksanakan fungsinya. Hal ini tentu tidak sesuai dengan makna Empat Pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Jamiluddin.
Oleh karena itu, ia menilai wajar jika publik menyorot lomba cerdas cermat tersebut yang sangat tidak menggambarkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.
"Wajar bila insiden di acara LCC Empat Pilar MPR RI mendapat respon negatif dari masyarakat. Sebab, masyarakat berharap acara itu seharusnya menggambarkan penghayatan Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," ujar Jamiluddin.
Baca juga: Mengenal Empat Pilar MPR RI di Tengah Ramainya Polemik Lomba Cerdas Cermat
MPR Ulang Final LCC di KalbarSebelumnya, Ketua MPR Ahmad Muzani mengatakan, pihaknya akan mengulang penyelenggaraan final LCC Empat Pilar di Kalbar.
Muzani mengakui, ada kekhilafan dan kekurangan yang membuat pelaksanaan final LCC sebelumnya tidak berjalan baik.
"Dalam kasus Kalimantan Barat, kami mengucapkan terima kasih dan kami semuanya memahami ada kekurangan, ada keterbatasan, ada kekhilafan dalam penyelenggaraan itu," ujar Muzani dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Salah satu langkah evaluasi, final LCC Empat Pilar di Kalbar akan menggunakan juri yang independen.
Baca juga: Respons MPR soal SMAN 1 Pontianak Menolak Final Ulang LCC 4 Pilar
Menurut Muzani, juri yang terlibat dalam final sebelumnya tidak lagi dilibatkan, dan akan mencari dari luar kesekretariatan jenderal.
"Juri yang akan menjuri dalam Lomba Cerdas Cermat tersebut adalah juri independen,” jelas Muzani.
Selain itu, pimpinan MPR juga akan mengawasi langsung jalannya final ulang LCC itu dari awal hingga akhir.
Baca juga: Akhir Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR: Final Diulang, Juri Terancam Sanksi
Dalam kesempatan itu, Muzani turut mengapresiasi peserta lomba yang menyampaikan protes atas hasil penilaian. Menurut dia, sikap tersebut merupakan bagian dari praktik demokrasi yang baik.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada peserta lomba yang menggunakan haknya untuk menyampaikan pandangan, kebebasan berbicara, dan menyampaikan protes atas ketidakpuasannya, dan kami mendengar itu sebagai sebuah cara untuk melatih mereka menjadi contoh demokrasi yang baik,” ungkap Muzani.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




