PM Jepang Sanae Takaichi Pertimbangkan Hubungi Trump soal Taiwan dan China

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Jepang memantau hasil pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di tengah kekhawatiran Washington dapat memberikan konsesi terkait Taiwan sebagai bagian dari kesepakatan dagang dengan Beijing.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk menghubungi Trump melalui sambungan telepon guna membahas hasil pertemuan tersebut.

Seorang pejabat senior Jepang mengatakan langkah itu dipertimbangkan karena isu Taiwan dinilai memiliki implikasi besar terhadap keamanan kawasan Asia Timur.

“Perdana Menteri (Takaichi) bisa berbicara dengan Trump melalui saluran telepon,” kata pejabat senior Jepang tersebut.

Pertemuan Trump dan Xi Jinping berlangsung selama dua hari di China dan menjadi kunjungan pertama presiden Amerika Serikat ke negara itu dalam hampir satu dekade terakhir.

Jepang Khawatir Kompromi Taiwan Pengaruhi Stabilitas Kawasan

Kekhawatiran Tokyo muncul setelah Xi Jinping menegaskan kepada Trump bahwa hubungan Amerika Serikat dan China dapat memburuk hingga memicu konflik apabila isu Taiwan tidak ditangani dengan tepat.

Sebelumnya, pernyataan Takaichi mengenai Taiwan pada November lalu sempat memperburuk hubungan Jepang dengan Beijing.

Di hadapan parlemen Jepang, Takaichi juga pernah menyebut serangan terhadap Taiwan dapat memicu respons Pasukan Bela Diri Jepang untuk mendukung Amerika Serikat.

Pemerintah Jepang tetap menegaskan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan serta mendorong penyelesaian persoalan melalui dialog.

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat menyatakan tidak mendukung kemerdekaan Taiwan.

Jepang Pantau Kesepakatan Trump dan Xi Jinping

Pemerintah Jepang juga mencermati berbagai isu strategis lain yang dibahas dalam pertemuan Trump dan Xi Jinping, termasuk pengendalian ekspor komoditas dual-use dan tanah jarang oleh China.

Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang menyebut pemerintah masih menunggu hasil detail pembicaraan kedua negara tersebut.

“Anda tak akan bisa menerka apa yang akan Trump katakan,” ujar pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri Jepang.

Pejabat Jepang lainnya mengatakan Tokyo perlu memperhatikan bidang-bidang yang berhasil disepakati maupun yang belum mencapai kesepakatan antara Washington dan Beijing.

“Kami harus benar-benar memerhatikan di bidang mana yang mereka berhasil sepakati dan di mana kesepakatan belum tercapai,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Melihat Peluang Bernardo Tavares Wujudkan Trio Bomber Persebaya Surabaya: Mariano Peralta, David da Silva dan Ramadhan Sananta
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Produksi Beras Indonesia Melimpah, Malaysia Ajukan Impor Besar-besaran
• 12 jam lalueranasional.com
thumb
Honda Catat Kerugian Pertama dalam 70 Tahun, Target Penjualan Kendaraan Listrik Dibatalkan
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
PGEO Perkuat Inisiatif Efisiensi Energi dan Pengurangan Emisi
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Analisis Ekonomi IKA ISMEI: Mengapa Lokasi PSEL di Antang Lebih Ideal Dibanding Wilayah Lain?
• 2 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.