JAKARTA, KOMPAS.com - Praktik pungutan liar parkir di kawasan Blok M Square, Jakarta Selatan, dinilai terus bertahan karena banyak pengunjung memilih membayar daripada berdebat dengan orang yang mengatur parkir di lokasi.
Salah satu pengunjung, Restu (28), mengatakan kondisi tersebut membuat praktik pungutan tambahan sulit hilang meski sudah ramai disorot.
“Karena pengunjung pasti butuh parkir dan biasanya enggak mau ribut. Jadi praktik kayak gitu terus hidup karena sama-sama terbiasa,” ujar Restu saat ditemui di Blok M Square, Kamis (14/5/2026).
Menurut dia, selama ini area parkir di Blok M Square terkesan semrawut karena banyak orang mengatur kendaraan, baik di area parkir maupun sekitar ruko dan tempat makan.
Restu mengaku pernah dimintai uang tambahan setelah dibantu mengeluarkan kendaraan dari area parkir.
“Kalau pungutan tambahan iya. Biasanya habis dibantu keluar parkir terus diminta uang. Padahal harusnya bayar di gate keluar kan, karena masuk aja pakai karcis,” katanya.
Baca juga: Pungli Parkir di Blok M Square Ternyata Belum Musnah
Pengunjung Bingung Bedakan Petugas Resmi
KOMPAS.com/HAFIZH WAHYU DARMAWAN Seorang pria tanpa atribut tampak mengatur kendaraan parkir di Blok M, Kamis (14/5/2026).
Ia juga mengaku bingung karena kawasan tersebut disebut telah menerapkan sistem pembayaran non-tunai atau cashless, tetapi praktik pembayaran tunai masih ditemukan di lapangan.
“Iya, terakhir ke sini masih bisa bayar tunai. Jadi pas dengar katanya sudah cashless penuh, saya agak bingung juga,” ujar dia.
Menurut Restu, penerapan sistem non-tunai seharusnya membuat pengelolaan parkir lebih transparan karena seluruh transaksi tercatat otomatis.
Pengunjung lain, Rian (37), juga mengeluhkan masih adanya orang yang meminta uang di area parkir meski pengunjung sudah membayar resmi di gerbang keluar.
“Memang enggak maksa terang-terangan, tapi bikin enggak enak kalau enggak ngasih. Harusnya kan parkir di gate keluar doang, tapi masih ada yang minta lagi di dalam,” kata Rian.
Ia mengaku akhirnya memberikan uang Rp 2.000 karena khawatir terjadi keributan atau kendaraannya dirusak.
Menurut Rian, pengunjung juga kerap kesulitan membedakan petugas resmi dengan orang yang mengatur parkir karena banyak yang tidak mengenakan atribut jelas.
“Nah, sebagai pengunjung kan jadi bingung, ini sebenarnya area umum atau memang ada aturan khusus. Karena banyak orang yang berdiri ngatur parkir, akhirnya sebagai pengunjung nurut saja supaya enggak ribut atau takut kendaraan kenapa-kenapa,” ujarnya.
Baca juga: Pengunjung Keluhkan Pungli Parkir di Blok M Square: Takut Ribut dan Motor Dirusak
Berdasarkan pantauan di lokasi, sistem portal otomatis masih digunakan di pintu masuk parkir. Pengunjung masuk dengan menekan tombol mesin dan menerima karcis parkir seperti biasa.