Kapolda Lampung Perintahkan Tembak di Tempat Pelaku Pembegalan

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - BANDAR LAMPUNG - Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf menyatakan tidak ada toleransi terhadap pelaku pembegalan atau pencurian kendaraan bermotor (curanmor) maupun pencurian dengan pemberatan (curat).

Irjen Helfi memerintahkan seluruh jajaran menembak di tempat terhadap pelaku pembegalan. 

BACA JUGA: 2 Begal yang Menembak Polisi di Lampung Sudah Diciduk, 1 Pelaku Tewas

“Saya sudah perintahkan, tembak di tempat, pelaku begal tembak di tempat," kata Kapolda Irjen Helfi Assegaf di Mapolda Lampung, Jumat (15/5).

Jenderal bintang dua itu mengatakan langkah tersebut diambil karena pelaku pembegalan sudah sangat meresahkan masyarakat Lampung. 

BACA JUGA: Minta Polisi Jamin Keamanan Pekerja Jalanan, Sahroni: Pemberantasan Begal Harus Prioritas!

Oleh karena itu, tegas dia, tindakan tegas dan terukur perlu diberlakukan kepada mereka.

"Saya sudah instruksikan hal ini kepada jajaran. Ini bakal kami buktikan silahkan saja yang ingin coba," ungkapnya.

BACA JUGA: Dooor! Polisi Ditembak Pencuri Kelapa Sawit, Lehernya Terluka

Menurut dia, begal melakukan aksinya bukan lagi untuk masalah perut tetapi kebanyakan hasil dari curanmor dipakai untuk membeli narkoba.

"Mereka ini melakukan pencurian untuk dibelikan narkoba bukan untuk perut," kata dia.

Irjen Helfi menyampaikan hal tersebut yang dilakukan dua pelaku pencurian dan pemberatan (curat) yang menembak Bripka Arya Supena pada Sabtu (9/5).

"Berdasarkan informasi yang didapat para pelaku curanmor ini mencuri yang hasilnya dibelikan narkoba," ungkap dia.

Irjen Helfi pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi curanmor dengan mempersempit ruang gerak pelaku. "Kami harap masyarakat juga menambahkan kunci ganda di kendaraannya, kemudian kunci setang ke arah kanan karena relatif lebih sulit dibobol oleh pelaku, serta memarkirkan kendaraannya di lokasi yang ramai dan terpantau kamera pengawas," kata Kapolda.

Tangkap 2 Begal Penembak Anggota Polri

Polda Lampung telah menangkap dua begal yang menembak anggota Polri Bripka Arya Supena.

Satu dari dua pelaku tewas karena melakukan perlawanan saat polisi hendak melakukan penangkapan.

"Dua pelaku yang kami tangkap, yakni HAM dan RON,” kata Irjen Helfi.

Dia menjelaskan keduanya ditangkap di lokasi berbeda. HAM ditangkap di Lampung Timur, dan RON di Pesawaran.

Menurut dia, saat penangkapan oleh Tim Gabungan Polda Lampung, tersangka HAM melakukan perlawanan aktif yang membahayakan petugas, sehingga anggota polisi memberikan tindakan tegas dan terukur.

Kemudian, lanjut dia, tersangka RON juga melakukan perlawanan aktif yang membahayakan petugas dengan senjata api rakitan, sehingga polisi memberikan tindakan tegas dan terukur.

“Pelaku RON meninggal dunia di tempat," tegas Irjen Helfi.

Dia menjelaskan bahwa kedua pelaku merupakan tersangka curat yang mengakibatkan Bripka Arya Supena wafat saat ingin menggagalkan aksi mereka di sebuah toko di Bandar Lampung.

"Jadi, HAM orang yang mempersiapkan kendaraan dan RON merupakan eksekutor atau orang yang turun melalukan aksi dengan membobol kunci motor korban saat kejadian," ungkapnya.

Irjen Helfi menjelaskan sebelum melakukan aksi, kedua pelaku tersebut berkeliling Kota Bandar Lampung untuk menentukan target atau sasaran kendaraan bermotor yang akan dicuri.

"Setelah menentukan sasaran RON turun dari motor untuk melakukan aksinya dengan membobol lubang kunci motor. Saat kejadian Bripka Arya Supena sedang di lokasi dan menegur RON dengan mengacungkan senjata api dengan maksudnya mengamankan pelaku," kata dia.

Kemudian, lanjut dia, pelaku RON berupaya melepaskan diri sehingga terjadi pergulatan.

Senjata api Bripka Arya berhasil diambil oleh pelaku yang kemudian menembakkannya ke kepala anggota Polri tersebut.

"Setelah terjadinya kejadian, keduanya melarikan diri menuju rumah HAM. Kemudian, mengubur senjata api Bripka Anumerta, dan RON melarikan diri ke Pesawaran," kata dia.

Pada Sabtu (9/5), terjadi penembakan terhadap Bripka Arya Supena yang mengakibatkan anggota Polri tersebut meninggal dunia oleh dua pelaku pencurian kendaraan bermotor di Jalan ZA Pagaralam, Kota Bandar Lampung. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Ungkap Presiden Xi Jin Ping Tawarkan Bantuan Menengahi Perdamaian dengan Iran
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Batu Ruby 11.000 Karat Ditemukan di Myanmar, Harga Capai Ratusan Miliar Rupiah
• 50 menit lalukumparan.com
thumb
Karen Hertatum Tak Mau Diam Lagi, Sebut Dede Sunandar Ketahuan Selingkuh hingga 5 Kali Sejak Awal Pernikahan
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
[FULL] Pakar HI & Guru Besar HI soal Pertemuan Trump-Xi Jinping Disorot, Tiongkok Bisa Jadi Mediator
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Modus Pengelola Hotel di Jakbar Jual Ekstasi: Pesan Lewat Kapten-Kode Merah
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.