REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Dalam Negeri Inggris menolak visa seluruh seniman Palestina yang dijadwalkan tampil dalam acara peringatan Nakba di London. Akibat keputusan tersebut, penyelenggara terpaksa menunda acara budaya bertajuk Voices of Solidarity II yang semula akan digelar pada 14 Mei di venue musik Troxy, London.
Acara yang dipimpin komunitas Palestina itu dirancang untuk memperingati 78 tahun Nakba melalui pertunjukan musik, komedi, puisi, dan penampilan seni lainnya, sekaligus menggalang dana bagi tenaga kesehatan di Gaza. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Health Workers for Palestine, MARSM, dan Palestine Solidarity Campaign. Sejumlah tokoh publik dijadwalkan hadir, di antaranya aktor dan aktivis Khalid Abdalla, Juliet Stevenson, Maxine Peake, serta musisi Brian Eno.
Baca Juga
Peserta Eurovision Asal Israel Dibanjiri Sorakan Ejekan dari Penonton
Tiga Negara Eropa Boikot Penayangan Eurovision 2026 karena Keikutsertaan Israel
Israel Diduga Gunakan Kontes Eurovision Sebagai Alat Soft Power
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Aktor dan aktivis Khalid Abdalla mengaku terkejut setelah seluruh pengajuan visa bagi seniman Palestina ditolak oleh otoritas Inggris. la menilai keputusan tersebut mencerminkan kurangnya pengakuan Inggris terhadap perannya dalam sejarah penderitaan rakyat Palestina selama puluhan tahun terakhir.
"Sungguh mengejutkan dan menyakitkan ketika kami menerima kabar bahwa setiap seniman Palestina yang kami ajukan visanya untuk datang ke acara peringatan Nakba pada 14 Mei di Troxy, semuanya ditolak visanya," ujar Abdalla seperti dilansir laman The New Arab, Jumat (15/5/2026).
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)