Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan bahwa Israel siap melanjutkan serangan terhadap Iran dalam waktu dekat untuk menyelesaikan tujuan kampanye militernya.
Pernyataan tersebut disampaikan Katz setelah Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance mengatakan bahwa kemajuan telah dicapai dalam perundingan dengan Iran.
Namun, Vance menekankan bahwa setiap kesepakatan harus memastikan Teheran tidak mengembangkan senjata nuklir.
“Segera, misi kami belum selesai,” kata Katz dalam sebuah upacara peringatan bagi para tentara Israel.
“Kami harus menuntaskan tujuan kampanye ini dengan cara yang memastikan Iran tidak lagi menjadi ancaman terhadap keberadaan Israel, terhadap pasukan AS, dan hingga generasi-generasi mendatang,” tegasnya.
Katz menambahkan bahwa Israel siap menghadapi kemungkinan diminta bertindak lagi dalam waktu dekat.
“Kami siap menghadapi kemungkinan bahwa kami akan segera diminta bertindak lagi demi memastikan tujuan ini tercapai,” ujarnya.
Selain isu Iran, Katz juga menyinggung serangan drone Hizbullah yang terjadi pada Kamis pagi. Sebuah drone peledak dari Lebanon menghantam wilayah utara Israel dan melukai tiga orang.
“Kami sangat menyadari ancaman drone,” kata Katz. Ia menyebut Israel telah menyiapkan berbagai solusi teknologi dan operasional untuk mengatasi ancaman tersebut. “Hizbullah akan menanggung konsekuensi penuh,” tegasnya.
Meskipun gencatan senjata rapuh masih berlaku antara Israel dan Hizbullah, kedua pihak terus saling serang. Israel melancarkan serangan mematikan setiap hari di Lebanon, sementara Hizbullah membalas dengan serangan drone dan roket ke wilayah perbatasan Israel.





