tvOnenews.com - Momen tak biasa terjadi saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berkunjung ke wilayah perbatasan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya.
Dalam kunjungan tersebut, Dedi mendadak menjadi pusat perhatian setelah membuat seorang bocah laki-laki menangis histeris di depan warga.
Peristiwa itu terekam dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube resmi @KangDediMulyadiChannel pada Jumat, 8 Mei 2026.
- YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Awalnya, Dedi Mulyadi terlihat sedang beristirahat di sebuah warung sambil melayani warga yang ingin menyapa dan berfoto bersama.
Namun suasana mendadak berubah ketika seorang ibu datang menghampirinya sambil membawa anak laki-lakinya yang terus menangis.
Sang ibu kemudian mengadu kepada Dedi bahwa anaknya sudah lama malas menulis dan sulit diminta belajar.
“Bapak maaf ya Pak, soalnya pak enggak mau nulis dia, disuruh nulis enggak mau, ah karena kebetulan ada bapak, saya beraniin aja,” kata sang ibu di hadapan Dedi Mulyadi.
- YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Ibu tersebut diketahui berasal dari Cilangkap, Kabupaten Tasikmalaya.
Sementara itu, bocah yang berada di pangkuan ibunya terlihat ketakutan dan terus menangis keras. Sambil terisak, anak itu berkali-kali meminta pulang.
“Hayang balik! Hayang balik! (Pengen pulang, pengen pulang!)” ucap bocah tersebut sambil menangis.
Melihat kondisi itu, Dedi Mulyadi mencoba menenangkan sang anak sambil memberikan nasihat dengan nada tegas namun santai.
Ia kemudian memperingatkan bocah tersebut agar rajin menulis dan belajar.
- YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
“Mau nulis nggak di sekolah? Harus nulis! Nanti kalau enggak mau nulis, Pak Dedi datang ke rumah,” ujar Dedi Mulyadi.
Ancaman bercanda itu ternyata membuat bocah tersebut semakin gugup. Namun setelah terus dibujuk, anak itu akhirnya mengangguk saat ditanya apakah mau kembali menulis.
"Kalau kamu tidak mau nulis nanti saya datang ke rumah!" tegas KDM.
"Mau nulis nggak? Oh mau katanya pak," kata sang ibu sembari menenangkan sang anak.
Tak lama kemudian, KDM memberikan uang untuk membeli buku dan alat tulis kepadanya.
"Mau belajar nulis nggak? Mau? Nih uang buat beli pulpennya, nih buat beli pulpen, buat beli buku," kata KDM, sambil mengeluarkan uang di dompetnya.




