Polisi Gerebek Coffee Shop di Mataram, Pemiliknya Diringkus Buntut Jual Ganja Rp1,2 Juta per Paket

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Mataram, VIVA - Seorang pemilik kedai kopi di wilayah Ampenan berinisial RS (39), yang diduga terlibat peredaran gelap narkoba dengan menjual paketan ganja seharga Rp1,2 juta, dicokok Jajaran Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Kepala Satresnarkoba Polresta Mataram, Ajun Komisaris Polisi Remanto mengatakan penangkapan RS adalah hasil pengembangan penangkapan pria berinisial WAP (35) di wilayah Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Baca Juga :
Bayi 2 Minggu Dibuang di Jembatan Kawasan Madiun, Sang Ayah Syok Saat Dipertemukan di Rumah Sakit
Karaoke di Daan Mogot Jakbar Diduga Jadi Sarang Prostitusi Anak, 5 Orang Jadi Tersangka

"Jadi, penangkapan RS ini berawal dari pengembangan penangkapan di TKP (tempat kejadian perkara) Lingsar," tutur dia, Jumat, 15 Mei 2026.

Pelaku diringkus di wilayah Lombok Barat, pada Kamis siang, 14 Mei 2026. Dari lokasi penangkapan di sebuah rumah, polisi menyita enam paketan kecil berisi ganja.

Berangkat dari penangkapan pria dalam keseharian sebagai ojek online tersebut, terungkap peran RS yang menjadi hulu barang.

"Dia (WAP) ini mengakunya sudah menjalankan jual beli enam bulan. Dapat barangnya dari RS di Ampenan," tuturnya.

Kemudian, polisi menyasar kedai kopi milik RS yang berada di simpang tiga Jalan Energi, Kecamatan Ampenan. Dalam aksi yang berlangsung pada Kamis malam itu, polisi menemukan klip plastik bening berisi ganja yang tersimpan dalam amplop putih.

Pada malam itu juga penggeledahan berlanjut ke rumah RS yang berlokasi tidak jauh dari kedai kopi miliknya. Polisi menemukan ganja dengan berat total 653,4 gram dari sejumlah lokasi penyimpanan.

"Ada yang ditemukan dalam kotak sepatu, ini ada 10 bungkus besar yang sudah terpoket dengan harga jual Rp1,2 juta. Ada juga dalam kotak lainnya dan ada lagi sebagian yang masih dalam bundelan isolasi cokelat," katanya.

Kepada polisi, RS mengakui perbuatannya yang mengedarkan ganja. Dia melayani pesanan dari lokasi kedai kopi dan ada juga dengan mendatangi langsung pelanggan.

"Dia (RS) mengaku ini sisa barang dari pesanan 3 kilogram, jadi sudah banyak yang laku terjual. Ini (peredaran) sejak September 2025," ujarnya.

Dari interogasi, RS telah menyebut asal-usul dari barang tersebut. Begitu juga dengan sebaran peredaran di wilayah Kota Mataram.

"Sementara ini pengakuannya dapat barang dari Timur dan dia (RS) salah satu bagian dari pemasok peredaran di Mataram," ucap dia. (Ant)

Baca Juga :
Sopir Truk Angkut Batu Bata yang Tabrak Lari Pemotor Hingga Tewas di Grobogan Dicokok
Perkara Kredit Sritex Belum Usai! Kejagung Kasasi Vonis Bebas 8 Bankir
Heboh Dugaan Malapraktik Rumah Sakit Berinisial S, Polda Metro Turun Tangan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hari Terakhir! Ribuan Jemaah Haji Indonesia Bergerak dari Madinah ke Mekkah | SAPA PAGI
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Situasi Terkini Pergerakan Jemaah Haji Indonesia dari Madinah ke Mekkah | KOMPAS SIANG
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Gerebek Sarang Narkoba Berkedok Ternak Bebek di Medan, Polisi: Tak Ada Tempat Sembunyi Bagi Pengedar
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
WFH ASN Tiap Jumat, Bagaimana Atasan Mengawasi Pegawai yang Bekerja dari Rumah?
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Igli Tare Angkat Kaki dari San Siro, Jurnalis Italia Sebut AC Milan Bakal Lakukan Perubahan Besar Musim Depan
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.