REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan untuk mengekspor sistem rudal antikapal pantai (surface-to-ship) Type 88 ke Filipina, kata sumber yang mengetahui masalah tersebut, Jumat (15/6/2026). Jepang dan Filipina berupaya memperkuat hubungan keamanan di tengah meningkatnya ketegasan China di Laut China Timur dan Laut China Selatan.
Langkah itu menyusul revisi yang dilakukan Tokyo pada April 2026, terhadap tiga prinsip transfer peralatan dan teknologi pertahanan serta pedoman pelaksanaannya, yang melonggarkan pembatasan ekspor senjata mematikan. Sementara Menteri Pertahanan (Menhan) Jepang Shinjiro Koizumi kepada wartawan, Jumat (15/5/2026), mengatakan “belum ada keputusan yang diambil saat ini” terkait kemungkinan ekspor rudal tersebut.
Baca Juga
Laksamana Ali Benarkan Kemenhan Jepang Tawarkan Kapal Selam dan Fregat
Menhan RI dan Jepang Teken DCA: Keduanya Sudah Bertemu Empat Kali
Dua Menhan Bertemu, Indonesia Tertarik Kapal Selam Jepang
Merujuk pada kesepakatan peningkatan kerja sama peralatan dan teknologi pertahanan yang dicapai di Manila pada 5 Mei 2026. Hal itu setelah Koizumi bertemu dengan Menhan Filipina Gilberto Teodoro. Koizumi menyatakan niatnya untuk memutuskan peralatan apa yang akan diekspor ke Filipina.