Ratusan Aktivis GSF Bertolak dari Turki Berlayar Menuju Gaza

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Marmaris: Sebanyak lebih dari 500 aktivis  yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) resmi berlayar ke pantai Gaza, Palestina, dari Pelabuhan Albatros Marmaris, Turki, pada Kamis, 14 Mei 2026. Dari 500 aktivis yang berlayar, sembilan orang di antaranya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan empat di antaranya merupakan awak media.

"Ini merupakan misi nonkekerasan atau nonviolence mission, yang ada hanyalah membawa bantuan-bantuan kemanusiaan bagi rakyat Gaza," ujar Jurnalis Metro TV Andre Septian, dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat, 15 Mei 2026.

Bantuan-bantuan kemanusian yang akan diberikan terdiri dari makanan berprotein tinggi, air bersih, air minum, popok bayi, dan susu formula bayi. Selain itu ada juga obat-obatan yang dibawa oleh Koalisi Doctors to Gaza.

"Kita sama-sama berharap armada GSF kali ini bisa benar-benar mencapai pantai Gaza dan juga menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi mereka," kata Andre.
 

Baca Juga :

Melihat Persiapan Delegasi GSF Indonesia Berlayar Menuju Gaza


Para aktivis GSF kerap mendapatkan rintangan. Terakhir, pada 30 April 2026, militer Israel telah mengintersepsi armada GSF di dekat perairan Kreta Yunani.

Misi sempat terhenti, karena 180 orang aktivis diculik dan ditahan oleh Israel. Mereka baru dibebaskan beberapa hari kemudian di Yunani. 

"Setelah pertimbangan yang panjang, setelah menunggu pembebasan Thiago dan juga Saife, hari ini armada GSF resmi berlayar menuju Gaza dan ratusan mil menuju Gaza," ujar Andre.

Semua pihak terus mendoakan agar misi perdamaian GSF bisa segera terwujud untuk menyalurkan bantuan kepada rakyat Gaza. Termasuk dari Indonesia.

"Kita rakyat Indonesia tentunya mendukung partisipan dari Indonesia dan juga seluruh aktivis dunia lainnya yang menyuarakan Palestina, menyuarakan kemerdekaan bagi rakyat Palestina agar tidak lagi digenosida, tidak lagi diblokade untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan dan mendapatkan haknya dan berdiri di atas tanah sendiri," ucap Andre.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Merokok Saat Rapat hingga Naik Motor Tanpa Helm, Cerminan Arogansi Legislator Lokal?
• 3 menit lalukompas.id
thumb
Incar Tanah Adat, Ribuan Rakyat Bolivia Tuntut Presiden Mundur
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Pemprov Sumbar Tuntaskan Rehabilitasi Lahan Sawah, Target Produksi Naik
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Harga Minyak Stabil, Kabar dari Selat Hormuz Masih Jadi Fokus
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Nasabah Kartu Kredit Laporkan Dugaan Kebocoran Data Pribadi ke Polda Jatim, Minta Kepastian Hukum
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.