New Delhi (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov mengatakan, tak sedikit negara yang masih berminat bergabung ke BRICS meski menghadapi tekanan dari negara-negara Barat.
"Saya tidak melihat adanya penurunan minat terhadap BRICS menyusul tekanan dari negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat, yang secara terbuka menyatakan BRICS hampir sebagai musuh utama kemajuan," kata Lavrov di India, Jumat, di mana dia berpartisipasi dalam pertemuan tingkat menteri BRICS.
Ia pun mengungkapkan sejumlah negara lain telah menyatakan keinginan bergabung ke BRICS, meski tanpa menyebutkan nama negaranya.
"Saya tidak melihat adanya penurunan minat untuk bergabung ke dalam asosiasi kita, baik sebagai anggota ataupun sebagai negara mitra," ucap Menlu Rusia.
Negara-negara BRICS juga senantiasa berupaya mencegah politisasi agenda G20, kata dia, menambahkan.
Sumber: Sputnik
Baca juga: PM Modi dorong tatanan dunia lebih inklusif di BRICS
Baca juga: India: Jalur tanpa hambatan di Hormuz penting bagi ekonomi global
Baca juga: Araghchi tegaskan Iran tak akan menyerah pada ancaman
"Saya tidak melihat adanya penurunan minat terhadap BRICS menyusul tekanan dari negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat, yang secara terbuka menyatakan BRICS hampir sebagai musuh utama kemajuan," kata Lavrov di India, Jumat, di mana dia berpartisipasi dalam pertemuan tingkat menteri BRICS.
Ia pun mengungkapkan sejumlah negara lain telah menyatakan keinginan bergabung ke BRICS, meski tanpa menyebutkan nama negaranya.
"Saya tidak melihat adanya penurunan minat untuk bergabung ke dalam asosiasi kita, baik sebagai anggota ataupun sebagai negara mitra," ucap Menlu Rusia.
Negara-negara BRICS juga senantiasa berupaya mencegah politisasi agenda G20, kata dia, menambahkan.
Sumber: Sputnik
Baca juga: PM Modi dorong tatanan dunia lebih inklusif di BRICS
Baca juga: India: Jalur tanpa hambatan di Hormuz penting bagi ekonomi global
Baca juga: Araghchi tegaskan Iran tak akan menyerah pada ancaman





