Gunung Semeru Kembali Erupsi Disertai Awan Panas Guguran di Lumajang

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi disertai awan panas guguran pada Jumat siang.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, mengatakan erupsi terjadi pada pukul 11.57 WIB, namun tinggi kolom abu vulkanik tidak dapat diamati karena kawasan gunung tertutup kabut.

“Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 11.57 WIB, namun tinggi kolom abu vulkanik tidak teramati karena tertutup kabut,” kata Mukdas dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Jumat.

Ia menjelaskan erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 4 menit 10 detik.

Enam Kali Erupsi Terjadi Sejak Dini Hari

Mukdas menyebut erupsi Gunung Semeru juga disertai awan panas guguran, namun jarak luncurnya belum diketahui akibat kondisi gunung yang berkabut.

“Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran dengan jarak luncur tidak diketahui karena kondisi gunung berkabut,” ujarnya.

Berdasarkan catatan petugas, Gunung Semeru tercatat mengalami enam kali erupsi sejak pukul 00.53 WIB hingga 11.57 WIB.

Namun visual letusan tidak dapat diamati secara jelas karena tertutup kabut tebal.

Warga Diminta Jauhi Radius Bahaya

Gunung Semeru saat ini masih berstatus Level III atau Siaga.

Petugas mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

“Di luar jarak tersebut, masyarakat diimbau tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak,” kata Mukdas.

Selain itu, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah Gunung Semeru karena rawan bahaya lontaran batu pijar.

Potensi Lahar dan Guguran Lava Masih Diwaspadai

Petugas meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru.

Kawasan yang diminta untuk diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, hingga sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satu Pasien Meninggal saat Kebakaran di RSUD dr Soetomo Surabaya karena Penyakitnya
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Menko Zulhas: Pemerintah bangun 2.000 kampung nelayan di tahun 2026
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Marc Klok Beberkan Alasan Beri Bonus untuk Adam Alis: Ucapan Terima Kasih Raih 3 Poin Lawan Persija
• 23 jam lalubola.com
thumb
Tak Terima Siswinya Disalahkan, Rupanya Guru Pendamping SMAN 1 Pontianak Sempat Lakukan Hal ini di LCC MPR RI
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Mengapa Anak Muda Lebih Percaya Kreator Konten?
• 1 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.