Menlu India dan Iran bahas Selat Hormuz di sela-sela pertemuan BRICS

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
New Delhi (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) India S. Jaishankar dan Menlu Iran Abbas Araghchi, Jumat, membahas kerja sama bilateral dan perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran, situasi Selat Hormuz, serta konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Pembicaraan itu berlangsung di sela-sela pertemuan menlu-menlu BRICS di New Delhi, India, di mana Iran juga merupakan anggota blok tersebut.

Jaishankar menulis di platform media sosial X bahwa dia melakukan percakapan "mendalam" dengan Araghchi.

"Kami membahas situasi di Timur Tengah dan implikasinya. Kami juga bertukar pandangan mengenai isu-isu bilateral yang menjadi kepentingan bersama," kata Jaishankar.

Baca juga: Menlu Iran-Rusia bahas program nuklir Iran saat bertemu di New Delhi

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah perang AS-Israel melawan Iran, yang dimulai sejak 28 Februari lalu. Namun, saat ini diberlakukan gencatan senjata sementara yang rapuh.

India saat ini memegang keketuaan BRICS, yang beranggotakan 11 negara ekonomi berkembang, serta menjadi tuan rumah pertemuan para menlu BRICS selama dua hari sejak Kamis (14/5).

Selat Hormuz dan perang, yang sudah berlangsung 40 hari, antara AS dan Iran menjadi fokus konsultasi bilateral antara Araghchi dan Jaishankar di New Delhi.

Araghchi menyampaikan harapan bahwa selama keketuaan India di BRICS, koordinasi dan pencapaian lebih besar dapat terwujud di antara negara-negara anggota, demikian menurut kantor berita Iran, IRNA.

Baca juga: Araghchi tegaskan Iran tak akan menyerah pada ancaman

Menlu Iran itu juga memberi penjelasan kepada Jaishankar mengenai perkembangan terbaru, situasi gencatan senjata yang rapuh, serta proses negosiasi terkait upaya mengakhiri perang.

Keduanya juga membahas situasi terkini di Selat Hormuz serta perkembangan terkait keamanan maritim dan stabilitas kawasan. Perang tersebut sejauh ini telah menewaskan lebih dari 3.300 orang di Iran dan menyebabkan ribuan lainnya mengungsi.

Sementara itu, serangan balasan dari Iran telah menghantam pangkalan dan aset AS di seluruh Timur Tengah, menewaskan sedikitnya 13 personel militer AS dan melukai puluhan lainnya.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Menlu Iran datang ke China sebelum kunjungan Trump


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Balita Diculik Teman si Ibu, Korban Sempat Trauma dan Tantrum Saat Akan Diselamatkan, Begini Akhirnya
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Foto: Aksi Komunitas Adu Beyblade di M Bloc, Jakarta
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
MDMC Sebut Resiliensi Bencana Jadi Kunci Ketahanan Pangan dan Ekonomi Jateng Selatan
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Menhut Perkuat Akses Produk Kehutanan Indonesia ke Pasar AS
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dennis Lim Sebut Akses Mudah Masuk ke Indonesia Jadi Peluang Besar bagi Bandar Judi Online
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.