Geram Banyak Pemotor Lawan Arus di Jemursari, Sejumlah Pelajar Surabaya Pindah-Pasang Barrier Sendiri

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah pelajar SMA di Surabaya memindahkan barrier dari perempatan dekat Green Park Jemursari ke jalan arah Taman Pelangi, Frontage A Yani, karena geram dengan maraknya pengendara roda dua yang nekat melawan arus di kawasan tersebut.

Charleon Bagaskara, salah satu pelajar yang memindahkan barrier, mengatakan bahwa ia dan temannya berinisatif memindahkan barrier karena lokasi tersebut banyak pelanggar lalu lintas.

“Di situ ada tiga barrier nganggur, tidak dipakai, saya inisiatif memindahkan ke arah taman pelangi dan hasil akhirnya seperti ini,” katanya kepada suarasurabaya.net pada Jumat (15/5/2026).

Setelah barrier dipindahkan, ia mengatakan bahwa masih ada saja pengendara sepeda motor yang memaksa untuk menerobos dan melawan arus di kawasan tersebut.

“Lokasi ini rawan pelanggar lalu lintas, niat saya sudah baik menambahkan barier agar mengurangi pelawan arus, tapi tetap saja,” ucapnya.

Ia mendesak agar ada petugas yang berjaga di lokasi tersebut untuk memastikan tidak ada lagi pengendara sepeda motor yang mnelawan arus.

Sebelumnya, ia mengaku telah menyampaikan keluhan tersebut kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, namun saat itu belum ada respons apapun terkait keresahannya. Kemudian, ia dan temannya melaporkan ke Suara Surabaya. 

“Harus ada petugas yang stand by di lokasi, sudah saya sampaikan ke pihak pihak terkait seperti Dishub untuk ditinjak lanjuti, tapi belum ada respon sampai sekarang, entah di pagar beton atau bagaimana saya tidak tahu,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Trio Wahyu Bowo Kepala Dishub Kota Surabaya manyampaikan apresiasi kepada para pelajar SMA di Surabaya yang telah berupaya mengatasi pelangaran lalu lintas di kawasan tersebut. t

“Tentunya kami selaku unsur pimpinan Dinas Perhubungan mengucapkan apresiasi sebesar-besarnya kepada eman-teman pelajar SMA yang sudah berinisiatif memindahkan barrier. Namun alangkah baiknya kalau dimulai dulu dengan kontak 112 command center,” ucapnya.

Pihaknya juga berharap, para pelajar SMA yang resah tersebut, nanti bisa bergerak bersama petugas Dishub untuk mencegah pelanggar roda dua yang melawan arus di Jalan Jemursari, yang mengarah ke Taman Pelangi atau lintasan rel kereta api.

“Memang di sana sering terjadi rawan kemacetan, karena pintu perlintasan kereta api kalau tambah sore frekuensinya tinggi. Otomatis tidak terhindarkan terjadi antrean di Jalan Jemursari yang menuju Taman Pelangi, karena pintu perlintasan tertutup saat ada kereta api lewat,” ucapnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada para pengendara yang menggunakan Jalan Jemursari agar mematuhi aturan, dengan tidak tidak memaksa tekuk kiri ke Frontage A. Yani sisi timur, lalu putar balik melawan arah untuk melintasi rel kereta api, dan lanjut ke Taman Pelangi atau Dolog.

“Saya harapkan warga Kota Surabaya semuanya menaati aturan. Kalau memang sudah tekuk kiri, ya lewat. Apalagi roda dua, itu sangat membahayakan. Kalau melakukan contra flow, itu sangat membahayakan pengguna jalan yang lain,” ujarnya.

Pelanggaran lalu lintas semacam itu, kata dia, sangat berbahaya bagi para pengguna jalan. Oleh karena itu, ia menekankan kepada para pengendara agar menggunakan jalur sesuai aturan.

Sementara soal harapan pelajar SMA untuk membuat barrer dari beton agar tidak ada pelanggar lalu lintas lagi, ia mengaku Dishub akan melakukan kajian terlebih dahulu.

“Kalau dibuat permanen nanti kita kaji, karena barrier dari kami itu standarnya memang sesuai aturan, harus dari fiber, lalu diisi air supaya tidak dipindah-pindahkan,’ ucapnya.

Ia memastikan, Dishub akan memyampaikan hasil kajian soal barrier permanen jika sudah dilakukan pembahasan.

“Kalau memang nanti kajiannya membutuhkan barrier permanen, mungkin dari cor atau curbing, nanti akan kami sampaikan melalui Radio Suara Surabaya,” tuturnya.

Saat ini, ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk benar-benar menaati peraturan lalu lintas, termasuk di kawasan tersebut.

“Jadi kembali lagi, saya minta, saya mohon, saya imbau dengan sangat kepada warga Kota Surabaya untuk selalu dan tetap menaati peraturan lalu lintas ketika berkendara, khususnya roda dua, untuk tidak lagi memutar kendaraan melawan arus, setelah tekuk kiri melintasi rel kereta api ke Taman Pelangi,” pungkasnya.(ris/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
8.000 Lembar Tiket PSM Makassar vs Persib Bandung Ludes, 349 Bobotoh Siap Hadir di Parepare
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Menko Zulhas: Pemerintah bangun 2.000 kampung nelayan di tahun 2026
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
AirAsia Setop 2 Rute Bali-Australia per 19 Juni 2026, Ini Alasannya
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Gerindra Sidang Anggota DPRD Jember yang Merokok, Putusan Keluar Hari Ini
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
SMK di Tangsel Buka Suara Soal Pejabatnya yang Diduga Lakukan Child Grooming
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.