SMK Letris di Pamulang, Tangerang Selatan viral di media sosial karena salah satu pejabatnya diduga melakukan child grooming kepada seorang siswinya. Menanggapi dugaan kasus tersebut, SMK Letris memberi pernyataan resmi yang menyatakan bahwa pejabat sekolah telah dicabut dari jabatannya.
"Demi menjunjung tinggi transparansi dan kelancaran proses investigasi, saat ini yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya hingga proses pemeriksaan internal dinyatakan selesai sepenuhnya," kata SMK Letris, lewat akun instagram resminya, @letrispamulangofficial, Jumat (15/5).
Sementara itu pihak yayasan tengah menginvestigasi kasus, dan berkomitmen untuk mengusut masalah ini secara adil, tegas, dan sesuai aturan hukum.
Saat ini, mereka memprioritaskan kondisi siswa dan lingkungan belajar yang kondusif.
"Fokus utama kami saat ini adalah memastikan lingkungan belajar tetap aman dan kondusif bagi seluruh siswa-siswi," kata SMK Letris.
Saat ini, SMK Letris telah berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk mengusut kasus ini.
"Kami sedang berkoordinasi dengan pihak-pihak berwenang serta internal yayasan dalam pengambilan kebijakan tegas sesuai dengan aturan yang berlaku di institusi kami," kata mereka.
Pihak Yayasan SMK Letris mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi terkait kasus tersebut yang belum terverifikasi. Mereka berjanji akan memberikan perkembangan kasus secara resmi dari kanal-kanal mereka.
"Kami memohon kerja sama seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi secara resmi demi menjaga integritas proses investigasi dan melindungi privasi para pihak, terutama siswa kami. Segala bentuk perkembangan dan keputusan resmi akan kami sampaikan kembali setelah proses investigasi selesai dilakukan," tutup SMK Letris.





