VIVA – FC Barcelona menolak memberikan komentar terkait aksi Lamine Yamal mengibarkan bendera Palestina dalam perayaan gelar juara La Liga Barcelona.
Sebelumnya aksi Yamal tersebut mendapat kritik keras dari Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang menilai gestur pemain berusia 18 tahun itu sama dengan bentuk hasutan terhadap Israel dan masyarakat Yahudi.
Katz juga meminta Barcelona untuk menegaskan bahwa klub tidak mendukung tindakan yang dianggap berkaitan dengan hasutan maupun dukungan terhadap terorisme.
- REUTERS/Albert Gea
Meski mendapat tekanan, Barcelona memilih diam. Klub hanya menyampaikan bahwa mereka “tidak memiliki komentar” terkait polemik tersebut.
Mantan Presiden Barcelona, Joan Gaspart, turut menanggapi situasi tersebut. Ia menyebut Menteri Pertahanan Israel berhak menyampaikan pendapatnya sendiri dan menghormati pandangan tersebut.
Namun, Gaspart juga menilai Barcelona memang sebaiknya fokus pada sepak bola. Menurutnya, setiap individu tetap memiliki hak menyampaikan pandangan pribadi, tetapi harus berhati-hati ketika membawa identitas klub besar seperti Barcelona.
“Mengenai Barcelona, jika klub sudah menyampaikan sikapnya, maka tidak ada lagi yang perlu saya tambahkan,” ujar Gaspart dikutip dari Euronews, Jumat, 15 Mei 2026.
Sementara itu, Federasi Sepak Bola Spanyol, RFEF juga memilih tidak memberikan komentar. Federasi menegaskan Yamal hanya berada di bawah otoritas tim nasional saat menjalani agenda resmi bersama Timnas Spanyol.





