Moskow (ANTARA) - Para menteri luar negeri (menlu) negara-negara anggota BRICS mendesak gencatan senjata segera dan tanpa syarat di Jalur Gaza, serta penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah Palestina, demikian pernyataan bersama yang dikeluarkan usai pertemuan setingkat menlu di New Delhi, India, Jumat.
"Mereka (para menteri BRICS) mendesak para pihak untuk memiliki itikad baik dalam negosiasi lebih lanjut guna mencapai gencatan senjata segera, permanen, dan tanpa syarat, serta penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza dan semua bagian lain dari wilayah Palestina yang diduduki," bunyi pernyataan tersebut.
Para menteri itu juga menyerukan pembebasan terhadap semua sandera dan penyediaan akses berkelanjutan dan tanpa hambatan untuk pengiriman bantuan kemanusiaan.
Sejak dimulainya konflik antara Hamas dan Israel pada 7 Oktober 2023, lebih dari 70.000 warga Palestina meninggal dunia dan lebih dari 170.000 terluka. Otoritas Israel melaporkan setidaknya 1.200 warga Yahudi tewas dalam perang tersebut.
Perkiraan regional dan internasional menunjukkan bahwa pembangunan kembali wilayah kantong yang hampir hancur total itu akan memakan waktu sekitar 10 tahun dan memerlukan dana sekitar 70 miliar dolar AS (sekitar Rp1,2 kuadriliun).
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: PBB sebut warga Gaza kian butuhkan konseling psikologis
Baca juga: Pasien thalassemiadi Gaza berjuang hidup di tengah krisis obat
Baca juga: PBB desak Israel izinkan pemindahan sampah berbahaya di Gaza
"Mereka (para menteri BRICS) mendesak para pihak untuk memiliki itikad baik dalam negosiasi lebih lanjut guna mencapai gencatan senjata segera, permanen, dan tanpa syarat, serta penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza dan semua bagian lain dari wilayah Palestina yang diduduki," bunyi pernyataan tersebut.
Para menteri itu juga menyerukan pembebasan terhadap semua sandera dan penyediaan akses berkelanjutan dan tanpa hambatan untuk pengiriman bantuan kemanusiaan.
Sejak dimulainya konflik antara Hamas dan Israel pada 7 Oktober 2023, lebih dari 70.000 warga Palestina meninggal dunia dan lebih dari 170.000 terluka. Otoritas Israel melaporkan setidaknya 1.200 warga Yahudi tewas dalam perang tersebut.
Perkiraan regional dan internasional menunjukkan bahwa pembangunan kembali wilayah kantong yang hampir hancur total itu akan memakan waktu sekitar 10 tahun dan memerlukan dana sekitar 70 miliar dolar AS (sekitar Rp1,2 kuadriliun).
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: PBB sebut warga Gaza kian butuhkan konseling psikologis
Baca juga: Pasien thalassemiadi Gaza berjuang hidup di tengah krisis obat
Baca juga: PBB desak Israel izinkan pemindahan sampah berbahaya di Gaza





