Batang, ERANASIONAL.COM – Skandal video bandar membara telah resmi masuk ke dalam proses penyidikan pihak kepolisian.
Namun, hingga saat ini penyidik belum juga menetapkan tersangka skandal video bokep tersebut.
Kanit PPA Polres Batang, Ipda Maulidya Nur Maharanti sebelumnya telah mengungkapkan bahwa video bandar membara pernah nyaris dihargai duit sebesar Rp 250 juta.
Ipda Maulidya menjelaskan, hal tersebut bermula saat pemeran pria dihubungi melalui seorang pria lainnya melalui akun Telegram.
Pelaku memperdaya pemeran pria dalam video “Bandar Bergetar” itu dengan terlebih dahulu membangun kepercayaan berkedok tawaran pekerjaan endorsement melalui TikTok.
Awalnya, pria dalam video itu diminta untuk mengirimkan konten biasa seperti foto pemandangan atau video mentah untuk dipromosikan dengan bayaran kecil.
Tercatat ada empat kali transaksi awal dengan total Rp750 ribu dalam pengiriman konten foto biasa dengan rincian transfer awal sebesar Rp100 ribu, kemudian Rp200 ribu, berlanjut Rp150 ribu, dan Rp300 ribu.
Pria di balik akun Telegram itu mengirimkan kepada terduga pria guna menanamkan rasa percaya.
Setelah percaya, akun tersebut menawarkan kesepakatan besar senilai ratusan juta rupiah untuk video sensitif.
Namun, setelah video dikirim, janji uang ratusan juta tersebut tak kunjung cair, dan akun tersebut menghilang.
“Maksud tujuan si laki-laki tersebut memang uang. Dikirim dengan nominal awal deal mereka Rp220 juta (hingga Rp250 juta). Setelah dikirim di Telegram, orang tersebut hilang dan videonya sudah tersebar di seluruh platform,” kata Ipda Maulidya.
Maulidya menegaskan bahwa saat ini pihaknya tengah memburu pemilik akun Telegram yang menjanjikan uang Rp250 juta dan diduga pihak yang menyebarkan konten pribadi itu.
Saat ini, kepolisian fokus melakukan pelacakan jejak digital melalui telepon genggam milik terduga pria yang telah dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Semarang.
“Kami sudah menitipkan HP terduga ke Labfor di Semarang untuk mengembalikan semua memori dan juga video-video yang ada di HP dia. Rencana kedepannya akan kami lakukan penetapan tersangka,” tegasnya.
Kendati demikian, Maulidya mengaku masih mempertimbangkan posisi hukum kedua belah pihak.
Hal ini dikarenakan pihak perempuan diduga tidak mengetahui jika video tersebut diduplikasi dan disembunyikan dalam folder khusus.
“Kami akan melakukan gelar nantinya untuk penetapan tersangka, baik dari kedua belah pihak atau salah satu pihak. Perlu pendalaman dikarenakan dari perempuan ini sendiri tidak mengetahui sama sekali bahwa memang video tersebut diduplikasi,” ujarnya.
Sebelumnya Maulidya pernah menyebut bahwa kedua pemeran film bokep yakni SE dan TA diduga dengan sengaja menjual-belikan konten pribadi mereka.
“Untuk dugaan jual-beli kontennya, indikasi ke arah sana sudah ada. Tetapi sejauh ini belum ditemukan adanya pembayaran atau transaksi yang benar-benar terjadi,” ungkapnya.
Maulidya menegaskan, saat ini, kepolisian fokus melakukan pemeriksaan digital forensik terhadap ponsel milik kedua pemeran video guna mendalami aktivitas digital mereka.
“Selanjutnya kami lakukan pemeriksaan laboratorium forensik terhadap handphone untuk mengetahui isi dan aktivitas digital di dalamnya,” ucapnya.
Dalam konten Bandar Membara ini sendiri menampilkan adegan bak film bokep yang dilakukan sepasang kekasih bernama SE dan TA.
Awal mula dari beredarnya video viral Bandar Membara adalah pemeran pria bernama SE berusia 26 tahun merekam aksi mereka bersama kekasihnya bernama TA yang berusia 19 tahun di sebuah penginapan.
Adapun tempat penginapan yang mereka jadikan lokasi pembuatan video bersama kekasihnya itu berada di daerah Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Keduanya melakukan hubungan suami istri ketika masih pacaran meski kini mereka sudah menikah.
Walau awalnya sebatas untuk dokumentasi pribadi, kini video tersebut jadi tontonan publik. []





