Bertambah Lagi, Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel Jadi 19 Orang

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Palembang, VIVA – Satu korban selamat kecelakaan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu 6 Mei bernama Jumiatun (43) meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana saat konferensi pers di Palembang, Jumat, mengatakan korban tersebut berasal dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah meninggal dunia setelah kondisinya memburuk pada dini hari.

Baca Juga :
Sopir Truk Angkut Batu Bata yang Tabrak Lari Pemotor Hingga Tewas di Grobogan Dicokok
AHY Ungkap Ada 76 Perlintasan Sebidang di Jawa-Sumatera, Perlu Dibenahi Segera

“Pada malam dini hari kondisi pasien memburuk dan setelah dilakukan tindakan medis intensif, pasien akhirnya dinyatakan tidak dapat tertolong. Pada pukul 08.48 WIB tadi pagi pasien dinyatakan meninggal dunia dan hari ini jenazah akan diserahkan kepada keluarga untuk dipulangkan ke rumah duka,” katanya.

Dengan meninggalnya Jumiatun, jumlah korban jiwa dalam kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera tersebut bertambah menjadi 19 orang. Sebanyak 17 korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan dua korban lainnya meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Jumiatun sebelumnya dievakuasi ke Palembang melalui jalur darat dan telah menjalani dua kali operasi, termasuk tindakan pengangkatan jaringan rusak pada 11 Mei 2026.

Selain Jumiatun, korban selamat lainnya bernama Mohd. Tahrul Hubaidi lebih dahulu meninggal dunia di RS Rupit. Sementara satu korban lainnya atas nama Ngadiono masih menjalani perawatan di ruang rawat inap RS Bhayangkara Palembang dan kondisinya membaik.

Sebelumnya, Karolabdokkes Pusdokkes Polri Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti mengatakan pihaknya telah berhasil mengidentifikasi 14 dari 17 jenazah yang ditemukan di tempat kejadian perkara.

Proses identifikasi dilakukan secara ketat melalui pemeriksaan DNA dan pencocokan data sekunder. Namun, hingga saat ini masih terdapat tiga jenazah yang belum berhasil diidentifikasi.

“Seluruh proses pemeriksaan DNA dilakukan secara rigid dan profesional melalui pemeriksaan awal, pengambilan sampel, ekstraksi, kuantifikasi, amplifikasi, elektroforesis, analisis profil DNA, hingga penerbitan surat hasil pemeriksaan DNA,” katanya. (Ant)

Baca Juga :
Kapal Angkut WNI Tenggelam di Perairan Malaysia, 14 Masih Hilang
Sopir Truk Penyebab Tabrakan Beruntun Tewaskan 4 Orang di Padang Jadi Tersangka
Moge Sport Digaspol, Endingnya Nyangkut di Lampu Merah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Achmad Syahri Mengaku Khilaf Usai Jalani Sidang Etik Partai Gerindra
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Izin Hotel dan Tempat Hiburan Sarang Narkoba di Jakarta Barat Dicabut
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
China Tekankan Isu Taiwan Sangat Penting dalam Pertemuan Xi dan Trump di Beijing
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Satu Pasien Meninggal saat Kebakaran di RSUD dr Soetomo Surabaya karena Penyakitnya
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
HKA percepat pemanfaatan aspal Buton untuk infrastruktur nasional
• 22 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.