Lumajang (beritajatim.com) – Hal unik dilakukan jemaah haji asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, untuk menandai koper yang akan mereka pakai dalam perjalanan menunaikan ibadah haji 2026. Koper-koper itu diberi tanda oleh pemiliknya dengan menempelkan berbagai jenis aksesori unik.
Tanda-tanda yang ditempelkan itu memakai barang tak biasa seperti boneka, corong air, gelas plastik, spons mandi, pita, hingga berbagai jenis barang lain. “Ini memang ditempel barang-barang yang sekiranya mudah dikenali kalau dilihat dari jauh,” terang salah satu jemaah, Nanik, Jumat (15/5/2026).
Barang-barang unik ini salah satunya ditemukan di koper-koper jemaah yang dikumpulkan di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Mabrur Lumajang.
Ketua KBIHU Al-Mabrur Lumajang, Muhammad Ali Suud, mengatakan cara ini dipakai para jemaah untuk mencegah agar koper yang berisi barang bawaan mereka tidak tertukar saat tiba di Tanah Suci Makkah. “Ada banyak barang unik ditempelkan di koper-koper jemaah yang sudah dikumpulkan ke kami, ini dipakai buat tanda biar mudah dikenali,” ucap Suud, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, berbagai barang unik yang dipakai di masing-masing koper jemaah itu masih diperbolehkan. Sebab, jenis aksesori yang dipakai masih sesuai dan tidak ditemukan yang melanggar ketentuan penerbangan. “Ini ada 168 koper di KBIH kami, semuanya tanda-tanda unik yang biasanya jemaah itu dikasih kleningan sapi itu Alhamdulillah sekarang tidak ada. Ini jemaah sudah paham karena bahwasanya kalau barang seperti itu tidak bisa masuk di bagasi,” ungkap Suud.
Sebagai informasi, total ada sebanyak 1.258 jemaah haji asal Kabupaten Lumajang yang terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter) pada musim haji tahun 2026. Para jemaah haji ini akan mulai diberangkatkan pada Sabtu (16/5/2026). (has/kun)




