Jemaah haji kembali diingatkan terkait aturan bagasi dan barang bawaan pesawat, termasuk oleh-oleh dari Tanah Suci sebelum kepulangan ke Indonesia.
Meski waktu kepulangan masih lama, Widya Safitri Penyiar Radio Suara Surabaya yang berada di Tanah Suci mengatakan bahwa hal tersebut kembali diingatkan untuk menjadi perhatian jemaah.
Ia mengatakan bahwa sejumlah jemaah, termasuk dari Kloter 5 Embarkasi Surabaya, mulai menata barang bawaan dan oleh-oleh yang telah dibeli selama berada di Tanah Suci.
Sebagian jemaah memilih mengirim oleh-oleh menggunakan jasa Pos Indonesia, sementara lainnya memutuskan membawa langsung bersama koper saat penerbangan pulang.
Ketentuan bagasi sesuai edaran Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur yang telah diterbitkan sejak Februari lalu, jemaah hanya diperbolehkan membawa koper besar maksimal 32 kilogram, koper kabin maksimal 7 kilogram, dan satu tas paspor. Selain tiga tas tersebut, tidak diperbolehkan ada tambahan barang bawaan lainnya.
Jemaah juga diingatkan agar tidak menyimpan benda tajam seperti gunting dan pisau di koper kabin maupun tas paspor. Barang lain yang dilarang dibawa ke kabin antara lain senjata dan replika senjata, alat pemukul, serta pemantik atau korek api.
Untuk barang cair seperti parfum, madu, sabun, dan sejenisnya, kapasitas maksimal yang diperbolehkan di koper kabin hanya 100 mililiter per kemasan.
Sementara barang yang dibatasi dalam aturan kepabeanan meliputi uang tunai dalam jumlah besar, perhiasan emas bernilai tinggi, serta barang mahal dalam jumlah banyak yang diduga untuk tujuan komersial.
Jemaah juga kembali diingatkan bahwa air zamzam tidak diperbolehkan dibawa pulang melalui koper bagasi maupun koper kabin.
Jika ditemukan pelanggaran, jemaah dapat dikenai sanksi atau denda sesuai aturan penerbangan.
Dalam informasi yang ia himpun, nanti akan ada pemeriksaan atau sweeping barang bawaan di bandara sebelum keberangkatan pulang ke Indonesia. Oleh karena itu, jemaah diminta memastikan seluruh barang yang dibawa telah sesuai dengan ketentuan.
Sementara itu, kondisi cuaca di Mekkah dilaporkan masih sangat panas dengan suhu mencapai 44 derajat Celsius. Aktivitas di sekitar Masjidil Haram juga mengalami penyesuaian menjelang salat Jumat, dengan banyak toko tutup dan sejumlah ruas jalan disterilkan.
Pemeriksaan kendaraan oleh aparat keamanan Arab Saudi juga masih terus dilakukan, terutama terhadap kendaraan pengangkut jemaah. Petugas memeriksa kelengkapan izin atau tasreh serta nusuk milik jemaah yang bepergian.
Meski cuaca ekstrem masih berlangsung, kondisi jemaah Kloter 5 Embarkasi Surabaya dilaporkan relatif aman dan sehat. Petugas kesehatan dan pendamping haji terus melakukan pendataan terhadap jemaah untuk skema murue hingga tanazul saat Armuzna.(wid/ris)




