VIVA – Melalui Kisah Legendaris, VIVA Sport mengajak pembaca bernostalgia dengan berbagai cerita timeless dari dunia olahraga, mulai dari rivalitas panas, perjuangan atlet, hingga momen yang mengubah sejarah
Sebuah kisah menggemparkan menyeret nama Bruno Fernandes. Tapi, tunggu dulu, ini bukan bintang Manchester United, melainkan pemain yang digadang-gadang menjadi bintang Timnas Brasil.
Ya, namanya Bruno Fernades. Dia bukanlah seorang gelandang melainkan penjaga gawang yang pada 2010 silam sedang berada di puncak popularitas. Bruno kala itu bermain untuk Flamengo dan disebut-sebut bakal menjadi penjaga gawang utama Brasil di Piala Dunia 2014 ketika negaranya menjadi tuan rumah.
Tapi, prediksi itu jauh dari kenyataan. Bruno mengakhiri sendiri kariernya dengan cepat. Bruno dipenjara karena kasus yang menggemparkan Brasil yaitu membunuh kekasihnya sendiri dengan keji.
Awalnya, pada Mei 2009 saat Eliza mengaku sedang mengandung anak Bruno. Pengakuan itu membuat Bruno panik dan tidak mau bertanggung jawab. Bahkan sebaliknya, Bruno juga meminta Eliza untuk menggugurkan kandungannya.
Namun, keputusan Eliza sudah bulat, dia tetap merawat calon bayinya hingga melahirkan meski tanpa kasih sayang dari Bruno. Mirisnya, di tengah perjuangan menjaga kandungannya, Eliza harus mendapatkan kabar mengecewakan karena Bruno menjalin asmara dengan wanita lain.
Eliza kemudian mengajukan gugatan pengakuan anak dan tuntutan nafkah terhadap Bruno. Langkah itu disebut membuat sang kiper kehilangan kendali.
Pada Oktober 2009, Eliza melapor ke polisi Rio de Janeiro dan menuding Bruno bersama beberapa rekannya telah menculik serta memaksanya meminum obat untuk aborsi.
Eliza juga mengaku dipukuli dan diancam menggunakan senjata api. Namun Bruno membantah seluruh tuduhan tersebut. “Ini bukan pertama kalinya dia berbohong untuk membuat saya bermasalah,” kata Bruno saat itu.
“Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa saya tidak ingin menjalin hubungan dengannya. Saya tidak akan memberi kesempatan bagi wanita itu mencari popularitas lewat tuduhannya,” lanjutnya.
Pada Februari 2010, Eliza melahirkan seorang bayi laki-laki di Sao Paulo. Meski anak tersebut diduga merupakan darah dagingnya sendiri, Bruno tetap menolak mengakui sang bayi dan bahkan enggan menjalani tes DNA.





