Putar Ekonomi Lokal, Program KDMP sesuai Kebutuhan Masyarakat Desa

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih membawa harapan besar bagi masyarakat desa. Sebab, program ini digadang-gadang dapat menggerakkan kemandirian ekonomi desa.

Hal itu pula yang diharapkan oleh Asep Rahmat S, Kepala Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ia menilai program Kopdes Merah Putih ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat di desanya.

"Saya menilai arah kebijakan Presiden melalui program KOPDES ini memang sesuai kebutuhan masyarakat. Kenapa? Karena dengan adanya program KOPDES ini dinilai akan ada modernisasi ekonomi desa yang lebih mapan, akan terciptanya stabilitas harga pangan (murah), serta akan terciptanya kemandirian desa di seluruh Indonesia," kata Asep Rahmat. 

Untuk menggerakkan ekonomi desa itu, Asep mengaku, Kopdes di wilayahnya berusaha memaksimalkan potensi lokal, khususnya terkait dengan pariwisata. 

"Selain usaha-usaha yang sudah ditetapkan oleh Presiden, kami pun akan berusaha memaksimalkan potensi lokal desa kami, seperti permodalan untuk pengembangan usaha pariwisata, hal tersebut sangat logis karena desa kami merupakan desa yang miliki banyak potensi wisata," terangnya. 

Selain itu, KDMP di Desa Payung juga berfokus untuk mengembangkan usaha pertanian, termasuk membangun penampungan gabah padi guna memutus monopoli bandar.

"Juga permodalan untuk pertanian seperti padi, bawang merah, jagung, durian, melinjo dan berbagai hasil bumi lainnya. Serta, membuat unit usaha penampungan gabah padi sehingga untuk urusan beras di desa kami bisa stabil tanpa adanya monopoli bandar," jelasnya. 

Asep menyebut, pihaknya langsung bergerak cepat setelah Presiden mencanangkan program KDMP pada tahun 2025. Pembentukan pengurus dan penerimaan anggota koperasi menjadi langkah pertamanya. 

"Setelah dicanangkan Presiden, saya sebagai Kepala Desa telah melakukan langkah - langkah kualitatif dengan salah satunya membentuk pengurus, anggota beserta aturan - aturan yang seharusnya terbentuk dalam regulasi koperasi," katanya. 

Meski demikian, kata Asep, proses pembangunan KDMP di Desa Payung masih terkendala dengan lahan. Sebab, lahan yang hendak dibangun itu merupakan fasilitas umum berupa sekolah yang tak pernah digunakan sejak berdirinya.

"Oleh karena itu, kami sebagai Pemdes dan pengurus Koperasi sedang melakukan advokasi agar aset tersebut bisa digunakan untuk pembangunan bangunan Koperasi," pungkasnya.(chm)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Bongkar Akar Korupsi dari Pelayanan Publik, Perizinan hingga Bansos Jadi Sorotan Ombudsman
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus, 142 ribu tiket kereta terjual
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Timnas Indonesia Punya Amunisi Baru: Luke Vickery dan Mitchell Baker Segera Dinaturalisasi, Dipersiapkan Melawan Oman dan Mozambik
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Bersejarah, Indonesia Ekspor 500.000 Ton Pupuk ke Australia, Nilainya Rp 7 Triliun
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Kronologi Penjaga Kapal Rekam Wanita Mandi di Toilet Berakhir Ditangkap
• 14 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.