Komnas Perempuan Diserbu Kritik Usai Tolak Kebiri Kiai Ashari, Netizen: Empati ke Korban, Bukan Pelaku!

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pernyataan Komnas Perempuan yang menolak hukuman kebiri bagi tersangka pencabulan puluhan santriwati di Pati, Jawa Tengah, yaitu Kiai Ashari, memicu polemik luas di media sosial.

Alih-alih mendapat dukungan, sikap lembaga tersebut justru memancing kemarahan publik yang menilai perhatian terhadap hak pelaku terlalu besar dibanding penderitaan korban. Scroll untuk tahu informasi selengkapnya, yuk!

Baca Juga :
Penyebab Minimnya Laporan Korban Kekerasan Seksual di Ponpes: Budaya Patriarki Dibalut Agama hingga Kultuskan Individu
Akal Bulus Kiai Ashari Kelabui Santriwati, Sengaja Gak Punya Kamar Tetap!

Perdebatan bermula setelah akun Instagram @jogjastudent mengunggah kutipan pernyataan Ketua Komnas Perempuan, Maria Ulfah Anshor, terkait hukuman bagi Kiai Ashari yang menjadi tersangka kasus pencabulan terhadap puluhan santriwati.

Dalam pernyataannya, Maria menilai hukuman kebiri tidak tepat diterapkan karena dianggap bertentangan dengan hak asasi manusia. Ia menyebut masih ada bentuk hukuman lain yang dinilai tetap tegas tanpa menghilangkan sisi kemanusiaan pelaku.

"Komnas Perempuan berpendapat sebaiknya tidak dengan kebiri, karena hal itu bersentuhan dengan isu HAM. Ada cara penghukuman lain yang tetap tegas namun tetap menghormati martabat manusia," kata Maria, dikutip Sabtu 16 Mei 2026. 

Pernyataan itu langsung menjadi bahan perdebatan panas di media sosial. Ribuan komentar bermunculan dan sebagian besar menunjukkan kekecewaan terhadap sikap Komnas Perempuan.

Banyak warganet mempertanyakan alasan lembaga yang selama ini dikenal memperjuangkan hak perempuan justru dianggap lebih fokus membela hak pelaku kekerasan seksual.

"Yang lebih manusiawi ketika kita membela dan berempati kepada para korban, bukan kepada pelaku kejahatan," tulis netizen.

Sentimen serupa juga datang dari banyak netizen lain yang menilai hukuman berat seharusnya diberikan demi memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan seksual, terlebih korban dalam kasus ini disebut mencapai puluhan orang.

Sebagian publik bahkan menyoroti bagaimana trauma korban sering kali tidak mendapatkan perhatian sebesar isu hak asasi pelaku.

"Ketika pelaku menjalankan kejahatannya apa pernah berpikir tentang HAM korban?" tanya netizen lain menyuarakan kegeraman banyak orang.

Perdebatan soal hukuman kebiri sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Namun kasus yang melibatkan dugaan pencabulan terhadap puluhan santriwati membuat emosi publik semakin memuncak. Banyak yang merasa hukuman tegas diperlukan untuk melindungi perempuan dan anak-anak dari kejahatan seksual berulang.

Baca Juga :
Melanie Subono Murka Kiai Cabul di Pati Ngaku Khilaf: Kalau Berkali-kali Namanya Niat!
TERPOPULER: Ritual Menyimpang Kiai Ashari, Erin Sudah Banyak Diblacklist Yayasan ART?
Korban Bongkar Ritual Menyimpang Kiai Ashari, Minta Santriwati Telan Sperma agar Diakui Nabi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
80 Persen Calon Jemaah Haji Indonesia Tiba di Makkah
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kementerian Kelautan dan Perikanan Buka Pentaru 2026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Mahasiswi Jadi Korban Pembegalan, Pelaku Masih Diburu Polisi | BERITA UTAMA
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Kiat Pangkas Bunga Kredit Ultra Mikro saat Disinggung Prabowo
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
IDN Resmi Mengakuisisi M Bloc Group
• 17 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.