Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memperingatkan Taiwan agar tidak mendeklarasikan kemerdekaan secara formal. Peringatan itu disampaikan setelah Presiden China Xi Jinping mendesak Trump agar Amerika Serikat tidak mendukung kemerdekaan pulau yang memerintah sendiri tersebut.
Dilansir AFP, Sabtu (16/5/2026), hal itu disampaikan Trump usai melakukan kunjungan ke China. Trump mengakhiri kunjungan kenegaraannya dengan mengklaim telah mencapai kesepakatan perdagangan yang disebutnya fantastis.
Meski demikian, rincian kesepakatan itu belum dijelaskan secara jelas dan belum menghasilkan terobosan berarti terkait kebuntuan konflik Iran.
Dalam kunjungan tersebut, Trump juga mengundang Xi Jinping untuk melakukan kunjungan balasan ke Washington pada September mendatang. Langkah itu dinilai sebagai sinyal bahwa kedua negara ingin menjaga stabilitas hubungan di tengah dinamika hubungan dua ekonomi terbesar dunia tersebut.
Terkait isu Taiwan yang menjadi perhatian utama Xi Jinping, Trump menegaskan dirinya tidak mendukung deklarasi kemerdekaan Taiwan. Ia bahkan mempertanyakan alasan Amerika Serikat harus terlibat dalam konflik jika terjadi serangan terhadap pulau tersebut.
"Saya tidak ingin ada yang merdeka. Dan, Anda tahu, kita seharusnya menempuh jarak 9.500 mil untuk berperang. Saya tidak menginginkan itu," kata Trump kepada pembawa acara Fox News, Brett Baier.
Trump juga menegaskan dirinya ingin situasi tetap kondusif di kawasan tersebut.
"Saya ingin mereka tenang. Saya ingin China tenang," ujar Trump.
"Kita tidak ingin berperang, dan jika tetap seperti ini, saya pikir China akan baik-baik saja dengan itu," ucapnya.
Amerika Serikat selama ini hanya mengakui Beijing sebagai pemerintah resmi China dan tidak mendukung kemerdekaan formal Taiwan. Namun, Washington juga secara historis tidak pernah secara tegas menyatakan penolakan terhadap kemerdekaan Taiwan.
Di sisi lain, berdasarkan hukum AS, Amerika Serikat tetap berkewajiban menyediakan persenjataan bagi Taiwan untuk kebutuhan pertahanannya. Meski demikian, belum ada kepastian apakah pasukan AS akan turun langsung membantu Taiwan jika terjadi konflik militer.
Sebelumnya, Xi Jinping membuka pertemuan bilateral dengan memperingatkan Trump mengenai isu Taiwan. Presiden Taiwan Lai Ching-te sendiri menilai Taiwan pada dasarnya sudah merdeka sehingga deklarasi formal dianggap tidak diperlukan.
Xi menegaskan kepada Trump bahwa kesalahan langkah dalam isu sensitif tersebut dapat menyeret kedua negara ke dalam "konflik".
(dek/dek)





