FBI Tawarkan Hadiah Rp3,5 Miliar untuk Buru Mantan Intel Angkatan Udara AS yang Membelot ke Iran

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI menawarkan hadiah sebesar US$200.000 (Rp3.52 miiar) bagi siapa pun yang memiliki informasi yang dapat mengarah pada penangkapan Monica Witt, mantan spesialis intelijen Angkatan Udara AS yang didakwa pada 2019 atas tuduhan menjadi mata-mata Iran.

Dalam pengumuman terbarunya, FBI menyatakan bahwa Witt diyakini telah membelot ke Iran sejak 2013 dan diduga masih terus mendukung aktivitas yang merugikan kepentingan Amerika Serikat.

Baca Juga :
Trump Mulai Kehabisan Sabar, Iran Balas Menohok: Tak Percaya AS dan Siap Perang Lagi
Trump Klaim China Sepakat dengan AS, Tak Ingin Iran Punya Nuklir

“FBI tidak melupakan dan percaya bahwa selama momen kritis dalam sejarah Iran ini, ada seseorang yang mengetahui sesuatu tentang keberadaannya,” kata Daniel Wierzbicki, agen khusus yang memimpin Divisi Kontraintelijen dan Siber Kantor Lapangan FBI Washington.

“FBI ingin mendengar dari Anda sehingga Anda dapat membantu kami menangkap Witt dan membawanya ke pengadilan,” ujarnya.

Witt sebelumnya bertugas sebagai perwira kontraintelijen di Kantor Investigasi Khusus Angkatan Udara AS. Antara 2003 hingga 2008, ia menjalankan berbagai tugas kontraintelijen yang membawanya ke kawasan Timur Tengah.

Saat dakwaan diumumkan pada 2019, Asisten Jaksa Agung saat itu, John Demers, menyebut Witt telah direkrut oleh Iran. Setelah membelot, ia diduga membocorkan keberadaan “program pengumpulan intelijen yang sangat rahasia” serta identitas seorang perwira intelijen AS, yang disebut dapat membahayakan nyawa individu tersebut.

Dalam dakwaan, jaksa menuduh bahwa sejak sekitar Januari 2012 hingga Mei 2015, di Iran dan sejumlah lokasi di luar AS, Witt berkonspirasi dengan warga Iran untuk menyerahkan dokumen serta informasi terkait pertahanan nasional Amerika Serikat dengan tujuan merugikan negaranya dan menguntungkan Iran.

Sebagai imbalannya, pemerintah Iran disebut memberikan Witt berbagai fasilitas, termasuk tempat tinggal dan peralatan komputer, guna mendukung aktivitasnya.

Hingga kini, tidak diketahui apakah Witt memiliki penasihat hukum di Amerika Serikat yang mewakilinya.

Selain Witt, dakwaan tersebut juga menjerat empat warga Iran atas tuduhan konspirasi, upaya penyusupan sistem komputer, serta pencurian identitas yang diperberat.

Baca Juga :
Eks Capres AS Akui Washington Kalah dari Iran Meski Punya Militer Terkuat di Dunia
Harga Bensin Terlanjur Naik Imbas Perang, Analis Sebut Turunnya Bisa Bertahun-tahun
Hacker Iran Retas Data Orang Kepercayaan Netanyahu, Isi Dokumennya Bikin Geger

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ribuan wisatawan padati Kepulauan Seribu saat libur panjang
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Wamenko Otto tegaskan penguatan Kompolnas perkuat kepercayaan publik
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Polisi Lumpuhkan Penembak Bripka Arya Supena di Lampung, Sempat Beri Perlawanan! | SAPA MALAM
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Trump Pertimbangkan Cabut Sanksi Perusahaan China Pembeli Minyak Iran Usai Bertemu Xi Jinping
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Polda Metro Jaya Pastikan Cepat Tangkap Pelaku Penjambretan Ponsel Milik WNA di Bundaran HI
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.