tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun tangan ketika ada aduan dari TKI asal Karawang yang terlantar setelah dijanjikan bekerja di Tripoli, Libya.
Tidak tanggung-tanggung, KDM telah menyiapkan biaya senilai Rp224 juta demi membayar denda serta memulangkan kelima TKI tersebut.
Gaya komunikasi Dedi Mulyadi terhadap warganya membuat mereka tidak ragu untuk mengadukan segala apapun kepada orang nomor satu di Jawa Barat tersebut.
Baik kebaikan maupun kesulitan, semuanya didengar dengan bijak oleh Dedi Mulyadi yang sebelumnya merupakan Bupati Purwakarta hingga anggota DPR RI.
Bukan hanya permasalahan internal di masyarakat Jawa Barat saja, namun baru-baru ini KDM dimintai tolong oleh TKI asal Karawang di Libya.
Total ada empat TKI asal Karawang yang minta bantuan kepada Dedi Mulyadi supaya bisa kembali ke Indonesia setelah berangkat ke Libya dengan agen ilegal.
Kronologi 5 TKI Karawang Terlantar di LibyaBerangkat dengan sponsor atau agen yang tidak resmi, kelima perempuan asal Karawang nekat untuk mencoba peruntungan di Tripoli, Libya.
Namun sesampainya di sana, ekspektasi terlalu tinggi untuk realita. Luntang-lantung di negara orang membuat TKI asal Karawang itu minta dipulangkan ke tanah air.
Kelima TKI asal Karawang ini bahkan sampai membuat video yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar bantu memulangkan mereka.
Diunggah oleh akun Instagram Karawang Channel, lima perempuan TKI tersebut memohon untuk supaya dipulangkan ke tanah kelahirannya.
Tak berselang lama, permintaan dari para TKI tersebut didengar Dedi Mulyadi. KDM lalu berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu kepulangan warganya.
KDM Siapkan Rp224 Juta- Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel
Koordinasi Dedi Mulyadi dengan pihak terkait membawa titik terang. KDM dalam unggahan Instagram-nya menyebut jika pemulangan akan segera dilakukan.
“Untuk warga Jawa Barat Kabupaten Karawang yang kemarin mengadu pengin pulang dari Libya, kami sudah berkoordinasi dengan KBRI dan sudah mendapat kesepakatan bahwa pemulangan akan dilakukan,” kata @dedimulyadi71.
Dedi Mulyadi menjelaskan kalau para pekerja tersebut berangkat pakai cara ilegal, sehingga KDM dan jajarannya harus membayar denda besar yang terdiri dari kelebihan izin sampai kepulangan.




