Kepala sekolah salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) diduga melakukan child grooming. Siswi yang kurang mendapat perhatian ayah atau fatherless disebut menjadi sasaran.
Sebagai informasi, Komnas perempuan menyebut child grooming merupakan bentuk kekerasan berbasis gender yang menyasar anak, terutama perempuan, melalui relasi kuasa yang timpang, manipulasi emosional, dan normalisasi perilaku seksual.
Pola child grooming umumnya muncul melalui strategi pelaku yang memposisikan diri sebagai teman dekat dan pendengar, memberikan hadiah serta validasi berlebihan, melakukan normalisasi seksual secara bertahap, meminta relasi dirahasiakan untuk mengisolasi anak dari lingkungan pendukung, memanipulasi rasa bersalah dan takut, hingga berujung pada ancaman dan pemerasan seksual agar korban terus menuruti kehendaknya.
Pelaku Lakukan Pendekatan TertentuDugaan manipulasi psikologis ke anak atau child grooming oleh kepala sekolah SMK swasta itu viral di media sosial. Pihak sekolah juga sudah buka suara terkait hal tersebut.
Dalam unggahan viral sejumlah akun anonim, mengungkap bahwa kepala sekolah disebut membuat pola pendekatan ke siswi yang kurang mendapat perhatian dari ayah atau fatherless. Peristiwa itu disebut sudah terjadi berkali-kali.
(dek/dek)





