Dari Tragedi ke Simbol Nasional, Museum Marsinah Diresmikan Prabowo Subianto Tanpa Dana Negara

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nama Marsinah kembali diangkat ke panggung nasional. Bukan lewat demonstrasi atau peringatan tahunan, melainkan melalui sebuah museum yang kini berdiri di tanah kelahirannya di Nganjuk, Jawa Timur, merekam ulang jejak perjuangan buruh yang pernah mengguncang Indonesia.

Museum ini dijadwalkan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, sebuah momen yang dipandang sebagai bentuk pengakuan negara terhadap simbol perlawanan buruh yang selama ini hidup dalam ingatan kolektif.

Berbeda dari banyak proyek seremonial lainnya, pembangunan museum ini tidak menggunakan anggaran negara. Inisiatif tersebut sepenuhnya digerakkan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), yang menyebut proyek ini sebagai bentuk kesadaran kolektif, bukan program pemerintah.

“Ini adalah bentuk kesadaran penuh karena Ibu Marsinah adalah bagian dari kami,” ujar Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea.

Di dalam museum, kisah Marsinah tidak hanya diceritakan tetapi dihadirkan kembali secara nyata. Mulai dari pakaian terakhir yang dikenakan sebelum meninggal, tas yang ia bawa, hingga kliping koran yang merekam tragedi pembunuhannya dan proses hukum yang mengikutinya.

Pengunjung juga akan menemukan diorama kondisi buruh pada era 1990-an, termasuk rekaman sejarah tentang tekanan yang dialami para pekerja saat itu. Semua dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar melihat, melainkan merasakan.

Yang membuatnya semakin kuat secara simbolik, museum ini dibangun tepat di lokasi yang diyakini sebagai tempat ari-ari Marsinah ditanam, bersebelahan dengan rumah masa kecilnya. Detail ini menambah dimensi emosional yang jarang ditemukan dalam ruang-ruang memorial lain.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Ribuan Triliun Harus Diselamatkan Demi 287 Juta Rakyat

Dengan pendekatan tersebut, museum ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat arsip sejarah, tetapi juga sebagai ruang refleksi tentang relasi kekuasaan, perjuangan buruh, dan harga yang pernah dibayar untuk perubahan.

Peresmian museum ini diperkirakan akan dihadiri ribuan buruh dari berbagai daerah, menandai bahwa sosok Marsinah masih hidup dalam kesadaran kolektif gerakan pekerja Indonesia.

Setelah resmi dibuka, museum ini akan dapat diakses publik secara gratis—membuka ruang bagi generasi baru untuk mengenal kembali cerita yang pernah membentuk arah perjuangan buruh di Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dean Atase Pertahanan RI di Iran 2019-2012 Bahas Pengaruh Tekanan AS-Tiongkok ke Iran
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
SMAN 1 Pontianak Tolak LCC Ulang, HNW: Jadi Masukan Penting MPR
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pertamina Andalkan Dua Kapal Gas Raksasa Jaga Pasokan LPG Nasional
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Cara Gen Z Menikmati Lari, Mulai dari Healing hingga Konten Media Sosial
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Metro Bentuk Tim Pemburu Begal, Siap Beraksi 24 Jam!
• 17 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.