CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Piala Dunia FIFA selalu menjadi panggung tertinggi bagi karier seorang pesepak bola. Menembus turnamen empat tahunan ini adalah mimpi jutaan anak manusia.
Namun, bagi sebagian kecil kalangan, panggung megah ini bukan sekadar pencapaian karier, melainkan sebuah warisan dinasti yang mengalir di dalam darah.
Hingga gelaran terakhir, tercatat ada 27 pasangan ayah dan anak yang berhasil menorehkan tinta emas dengan tampil di Piala Dunia sebagai pemain.
Sebuah catatan langka yang membuktikan bahwa bakat, determinasi, dan keberuntungan masif bisa diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Kisah dinasti Piala Dunia ini dimulai nyaris seabad yang lalu. Pasangan ayah dan anak pertama yang mencatatkan sejarah adalah Luis dan Mario Perez.
Sang ayah, Luis Perez, menjadi bagian dari skuad Meksiko pada edisi inaugurasi Piala Dunia Uruguay 1930.
Dua dekade kemudian, giliran sang anak, Mario Perez, yang unjuk gigi membela panji El Tri di Piala Dunia Brasil 1950.
Uniknya, hubungan darah di Piala Dunia tidak selalu berjalan di bawah bendera negara yang sama. Sepak bola yang dinamis sering kali mempertemukan takdir silang negara.
Contoh paling nyata adalah keluarga Vantolra. Sang ayah, Marti Vantolra, merupakan penyerang andalan Spanyol di Piala Dunia Italia 1934.
Akibat Perang Saudara Spanyol, Marti bermigrasi ke Meksiko. Puluhan tahun kemudian, putranya, Jose Vantolra, justru mengenakan jersey hijau Meksiko saat negara tersebut menjadi tuan rumah Piala Dunia 1970.
Jika berbicara tentang dinasti paling ikonik, nama Cesare dan Paolo Maldini mustahil untuk dilewati. Keduanya tidak hanya sekadar tampil, tetapi menjadi legenda bagi Italia.
Cesare bermain di Piala Dunia 1962, sementara Paolo menjelma menjadi salah satu bek terbaik sepanjang masa dengan tampil di empat edisi Piala Dunia (1990-2002).
Harmoni keluarga ini semakin lengkap ketika Cesare bertindak sebagai pelatih kepala Italia di Piala Dunia 1998, memimpin langsung Paolo yang menjabat sebagai kapten tim.
Tak kalah mentereng, keluarga Thuram dari Prancis mengukir rekor unik dalam urusan koleksi medali. Sang ayah, Lilian Thuram, merupakan pahlawan Les Bleus saat merengkuh trofi emas legendaris di Piala Dunia 1998.
Dua puluh empat tahun berselang, sang anak, Marcus Thuram, nyaris menyamai pencapaian tersebut sebelum akhirnya harus puas membawa pulang medali perak di Piala Dunia Qatar 2022.
Menembus ketatnya persaingan sepak bola modern adalah satu hal sulit. Namun, menjaga kualitas performa agar tetap berada di level tertinggi hingga diturunkan ke generasi berikutnya adalah mukjizat genetik dan latihan keras yang jarang terjadi.
Dua puluh tujuh pasangan ini telah membuktikan bahwa di dalam DNA mereka, Piala Dunia bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah takdir keluarga.
Berikut daftar lengkap pasangan ayah dan anak yang pernah tampil di Piala Dunia:
1. Luis Perez (1930) - Mario Perez (1950) Meksiko
2. Marti Vantolra (1934) - Jose Vantolra (1970) Spanyol/Meksiko
3. Tomas Balcazar (1954) - Javier Hernandez Gut. (1986) Meksiko
4. Cesare Maldini (1962) - Paolo Maldini (1990, 1994, 1998, 2002) Italia
5. Jean Djorkaeff (1966) - Youri Djorkaeff (1998, 2002) Prancis
6. Pablo Forlan (1966, 1974) - Diego Forlan (2002, 2010, 2014) Uruguay
7. Jan Klaassens (1934) - Klaassens Jr (Generasi awal Belanda) Belanda
8. Nicolae Dumitru (1954) - Emil Dumitru (1970) Rumania
9. Miguel Angel Alonso (1982) - Xabi Alonso (2006, 2010, 2014) Spanyol
10. Mazinho (1990, 1994) - Thiago Alcantara (2018) Brasil/Spanyol
11. Peter Schmeichel (1998) - Kasper Schmeichel (2018, 2022) Denmark
12. Claudio Reyna (1998, 2002, 2006) - Giovanni Reyna (2022) Amerika Serikat
13. Lilian Thuram (1998, 2002, 2006) - Marcus Thuram (2022) Prancis
|14. Anders Svensson (1934) - Karl-Gunnar Svensson (1958) Swedia
15 . Roger Rio (1934) - Patrice Rio (1978) Prancis
16. Domingos da Guia (1938) - Ademir da Guia (1974) Brasil
17. Roy John (1958) - Bent John (1982) Wales/Selandia Baru
18. Vladimir Weiss I (1962) - Vladimir Weiss II (1990) Cekoslowakia
19. Ilija Petkovic (1974) - Dusan Petkovic (2006) Yugoslavia/Serbia
20. Zlatko Kranjcar (1974) - Niko Kranjcar (2006) Kroasia
21. Gheorghe Hagi (1990, 1994, 1998) - Ianis Hagi (Edisi Kontemporer) Rumania
22. Abedi Pele (1990-an) - Andre & Jordan Ayew (2010, 2014, 2022) Ghana
23. Cha Bum-kun (1986) - Cha Du-ri (2002, 2010) Korea Selatan
24. Danny Blind (1990, 1994) - Daley Blind (2014, 2022) Belanda
25. Wynton Rufer / Keluarga Rufer - Alex Rufer (Generasi Baru) Selandia Baru
26. Timothy Weah (2022) - George Weah (Presiden/Legenda) AS/Liberia
27. Souleymane Sane (Era 80an) - Leroy Sane (2018, 2022) Senegal/Jerman
Sumber: FIFA




