Bisnis.com, JAKARTA — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu mencatat komitmen investasi strategis senilai US$1,75 miliar atau setara lebih dari Rp30 triliun untuk pengembangan proyek Battery Energy Storage System (BESS) Gigafactory dan LNG Hub.
Investasi jumbo ini resmi disepakati melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PT Bangun Palu Sulawesi Tengah dan Aslan Energy Capital di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Kemitraan tersebut mencakup pembangunan fasilitas produksi baterai skala besar serta ekosistem energi bersih guna memperkuat rantai pasok kendaraan listrik nasional.
Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang menyatakan masuknya investasi di sektor teknologi penyimpanan energi akan mendongkrak daya saing kawasan di Indonesia Timur.
"Pemerintah optimistis investasi ini akan meningkatkan daya saing KEK Palu serta menciptakan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional," ujar Edwin dalam keterangan tertulis, Sabtu, (16/5/2026).
Pada fase awal, fasilitas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi 8 GWh per tahun dan berpotensi diekspansi hingga mencapai 15 GWh pada tahap berikutnya.
Baca Juga
- Ini Strategi Menteri Investasi Menarik Investor ke KEK Palu
- Al Bader Gelontorkan Rp92,4 Triliun Buat Bangun KEK Palu
- Dukung KEK Palu, Pantoloan Diusulkan Jadi Pelabuhan Ekspor
Selain memasok pasar domestik dan infrastruktur pengisian kendaraan listrik, produk dari pabrik ini juga diarahkan untuk memenuhi permintaan ekspor ke kawasan ASEAN, Australia, hingga Amerika Serikat.
Sementara itu, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menekankan bahwa realisasi proyek ini akan menjadi motor penggerak ekonomi kota melalui penciptaan lapangan kerja secara masif.
"Investasi ini sangat penting bagi Kota Palu karena akan membawa multiplier effect besar, terutama pada penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi," tutur Hadianto.
Pengembangan BESS Gigafactory ini diproyeksikan mampu menyerap 1.300 tenaga kerja langsung dan lebih dari 3.000 pekerja tidak langsung di sepanjang rantai pasok industri.
Manajemen Aslan Energy Capital Muthu menambahkan bahwa posisi netral Indonesia dan ketersediaan nikel menjadi faktor utama perseroan memilih KEK Palu sebagai basis produksi global.
Seiring hal tersebut, pemerintah melalui Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK berkomitmen mengawal implementasi proyek ini agar segera memberikan kontribusi nyata bagi penguatan hilirisasi industri berbasis energi bersih.





