EtIndonesia. Pada Kamis (14 Mei) sore, pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping memunculkan sebuah insiden penuh ketegangan.
Saat Presiden Trump tiba di Temple of Heaven atau Kuil Surga untuk berkunjung, petugas keamanan PKT secara paksa mengurung rombongan pers Gedung Putih di sebuah ruangan kecil. Tindakan itu memicu kemarahan para wartawan yang kemudian menerobos keluar secara paksa.
petugas keamanan PKT secara paksa mengurung rombongan pers Gedung Putih di sebuah ruangan kecil (tangkapan layar)Di lokasi juga terjadi konfrontasi sengit. Pihak keamanan PKT dilaporkan mengabaikan protokol internasional dengan memaksa seorang agen Dinas Rahasia AS atau paspampres AS menyerahkan senjatanya terlebih dahulu sebelum diizinkan masuk. Insiden ini menyebabkan jadwal kunjungan tertunda selama setengah jam. Berbagai hambatan dari pihak PKT membuat seorang fotografer AS kehilangan kesabaran dan melontarkan kata-kata kasar di tempat.
Petugas keamanan PKT berkata: “Rombongan pers Gedung Putih cepat mundur dulu, cepat-cepat, jangan merekam lagi, cepat pergi.”
petugas keamanan PKT secara paksa mengurung rombongan pers Gedung Putih di sebuah ruangan kecil (tangkapan layar)Pada Kamis sore, ketika Presiden Trump dan Xi Jinping bersiap mengunjungi Aula Qinian di Temple of Heaven, petugas keamanan PKT menghalangi rombongan pers Gedung Putih dan menggiring para wartawan ke sisi kanan.
Tak disangka, para wartawan kemudian dikurung di sebuah ruangan sempit dengan penjaga di depan pintu. Bahkan, pihak PKT sempat mematikan lampu dan menutup pintu sehingga seluruh ruangan gelap gulita. Setelah mendapat protes keras, pintu akhirnya dibuka kembali.
Penerjemah bertanya:“Kapan mereka (rombongan pers Gedung Putih) boleh keluar? Saya hanya ingin tahu kapan mereka bisa pergi.”
Petugas keamanan PKT menjawab: “Katakan kepada mereka, setelah pemimpin kami pergi, baru mereka boleh pergi.”
Meski sudah tiba di lokasi, para wartawan tetap tidak diizinkan mengambil gambar. Setelah lama menahan diri, mereka akhirnya kehilangan kesabaran.
Seorang wartawan AS berteriak:“Kami harus keluar!”
Setelah seorang wartawan berteriak ingin keluar, rombongan pers Gedung Putih pun ikut marah dan bersama-sama menuntut agar diizinkan keluar. Tak lama kemudian, beberapa wartawan menerobos blokade pihak PKT, mendorong pintu terbuka, lalu pergi ke luar Aula Qinian untuk mengambil gambar.
Pemimpin rombongan pers AS berkata:“Media Amerika! Kita keluar sekarang!”
Sebelum bentrokan ini terjadi, dilaporkan bahwa konfrontasi yang lebih sengit lebih dulu pecah di Temple of Heaven.
Setelah Presiden Trump tiba, seorang agen Dinas Rahasia AS dihentikan oleh petugas keamanan PKT yang mengatakan bahwa ia tidak boleh masuk karena membawa senjata api. Mereka sepenuhnya mengabaikan fakta bahwa agen Secret Service AS memang secara internasional diperbolehkan membawa senjata dalam tugas pengamanan.
Kedua pihak sempat bersitegang selama hampir 30 menit. Pada akhirnya, agen Secret Service tersebut dipaksa menyerahkan senjatanya sebelum diizinkan masuk ke Temple of Heaven. Akibatnya, kegiatan peliputan rombongan pers tertunda selama setengah jam.
Pada Kamis pagi, sebelum pertemuan Trump-Xi dimulai, media PKT juga sempat menghalangi wartawan Gedung Putih memasuki ruang pertemuan, sehingga staf AS terus berteriak:“Hanya rombongan pers Gedung Putih yang boleh masuk!”
Meski demikian, rombongan pers Gedung Putih tetap mengalami kesulitan untuk bergerak maju.
Setelah memasuki ruang pertemuan, petugas keamanan PKT kembali menghalangi wartawan AS agar tidak mengikuti langkah Presiden Trump. Hal itu membuat seorang fotografer Amerika akhirnya melontarkan umpatan kasar. Walaupun pihak PKT kemudian memberi jalan, momen ketika Presiden Trump duduk sudah terlewat dan gagal direkam.
Dilaporkan oleh reporter NTD, Ren Hao, dari Washington DC, AS





