Terkini, Jakarta – Momentum menarik tersaji di Jakarta. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan (Sulsel), Ashabul Kahfi, menggelar pertemuan silaturahmi dengan Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops), Komjen Pol Muhammad Fadil Imran, belum lama ini.
Pertemuan sesama tokoh nasional asal Sulawesi Selatan ini di Jakarta,, berlangsung penuh kehangatan pasca-penunjukan resmi Ashabul Kahfi untuk memimpin kembali PAN di Sulsel menggantikan Husniah Talenrang.
Dari dokumentasi foto yang beredar, tampak gesture Komjen Pol Fadil Imran yang sangat terbuka dan penuh keakraban sembari merangkul pundak Ashabul Kahfi. Keramahan tersebut mencerminkan hubungan emosional yang matang, solid, dan saling menghormati antara seorang jenderal bintang tiga dengan tokoh senior parlemen senayan.
Bagi beberapa pengamat, pertemuan ini sarat akan makna simbolis. Sebagai putra daerah asli kelahiran Gowa yang memiliki karier cemerlang di tingkat nasional, Fadil Imran kerap menjadi figur tempat para elite politik dan pemangku kebijakan bertukar pikiran demi kemaslahatan daerah.
Pertemuan strategis ini pun memicu spekulasi tajam, terutama terkait posisi Husniah Talenrang yang baru saja digeser ke Jakarta sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PAN. Langkah reposisi yang mendadak ini sempat dibungkus dengan narasi “promosi” oleh kubunya. Namun, realitas di lapangan justru memperlihatkan dinamika sebaliknya.
Apalagi, isyarat transisi takhta ini sebenarnya sudah terlihat sejak penyerahan SK DPP PAN di Jakarta. Prosesi krusial tersebut disaksikan langsung oleh Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN, Farah Puteri Nahlia. Ketua Umum DPP Perempuan Amanat Nasional (PUAN) yang telah dua periode duduk di parlemen Senayan itu secara terbuka memberikan garansi dukungan penuh kepada Ashabul Kahfi untuk menjaga marwah dan membesarkan PAN Sulsel.
Publik dan netizen di Sulawesi Selatan kini mulai menyoroti sebuah fakta mencolok: sudah cukup lama Husniah Talenrang tidak lagi terlihat bertemu, apalagi membagikan momen kebersamaan dengan sang kakak, Fadil Imran, di ruang publik maupun media sosial. Kontras dengan situasi tersebut, ruang komunikasi sang jenderal justru tampak sangat terbuka bagi tokoh-tokoh lain.
Sebelum pertemuan dengan Ashabul Kahfi, Fadil Imran juga sempat menerima kunjungan silaturahmi dari Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin (DM). Pertemuan yang diposting secara terbuka oleh Darmawangsyah itu seolah mengirimkan sinyal kuat mengenai ke mana arah kepercayaan dan komunikasi taktis tokoh-tokoh kunci Gowa saat ini bermuara.
“Terima kasih jenderal atas waktu, arahan, dan diskusinya untuk meneguhkan kembali semangat membangun Gowa. Berdiri dan berpihak pada kebenaran untuk kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat Gowa,” tulis Darmawangsyah dalam deskripsi postingan Instagram-nya.
Rentetan pertemuan para tokoh di Jakarta ini seolah menegaskan bahwa magnet komunikasi strategis kini telah berada di lingkar kerja sama yang lebih objektif dan tepercaya.
Saat dikonfirmasi, salah satu sumber yang mengetahui pertemuan tersebut membenarkan adanya dialog santai antara Ashabul Kahfi dan Fadil Imran. Sumber tersebut menegaskan bahwa kapasitas Fadil Imran dalam pertemuan ini murni sebagai representasi putra daerah yang peduli pada kemajuan tanah kelahirannya.
“Benar, Pak Kahfi dan Pak Fadil bersilaturahmi. Pak Kahfi sebagai tokoh senior sangat menghargai posisi dan hubungan baik yang telah lama terjalin dengan Pak Fadil. Sebagai sesama putra Sulsel, obrolannya sangat cair, membahas hal-hal strategis demi kemaslahatan dan stabilitas daerah ke depan. Hubungan keduanya sangat solid,” pungkas sumber tersebut.




