JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah video berisi ucapan terima kasih dari warga negara asing (WNA) asal Polandia, Andrezej Skorski, viral di media sosial setelah handphone miliknya yang sempat dijambret di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, berhasil ditemukan polisi.
Video tersebut diunggah akun Instagram resmi Polsek Menteng, @polsekmetromenteng_official, pada Jumat (15/5/2026).
Dalam video itu, Andrezej tampak menerima kembali handphone berwarna hitam miliknya dari petugas Polsek Menteng.
Baca juga: Komplotan Jambret Kalung Emas di Jakbar Gunakan Uang Hasil Curian Buat Beli Narkoba
Sebelumnya, ponsel tersebut sempat hilang setelah dijambret di kawasan Kebon Sirih, Menteng.
Video Andrezej diunggah tak lama setelah kasus penjambretan handphone terhadap WNA asal Italia berinisial CL juga viral di media sosial pada hari yang sama.
Kapolsek Menteng, Braiel Arnold Rondonuwu, menegaskan bahwa kedua kasus tersebut merupakan dua peristiwa berbeda, dengan lokasi dan korban yang berbeda pula.
Baca juga: Polisi Selidiki Kemungkinan Jaringan Jambret WNA di Bundaran HI Jakpus
"Ini (video Andrezej) TKP kejadian di Jalan Kebon Sirih. Bukan (kejadian) di Bundaran HI," ujar Braiel saat dikonfirmasi Kompas.com lewat pesan singkat, Jumat.
"Kejadian WNA Polandia itu pada 8 Mei 2026," lanjutnya.
Braiel memastikan pelaku penjambretan terhadap Andrezej Skorski telah ditangkap.
Setelah itu, handphone milik pria asal Polandia tersebut berhasil dikembalikan.
Baca juga: Komplotan Jambret Kalung Emas di Tamansari Jakbar Ditangkap Polisi
Sementara itu, kasus penjambretan terhadap WNA Italia berinisial CL terjadi pada Kamis (14/5/2026) di Bundaran HI.
Saat kejadian, CL sedang menunggu pesanan kendaraan online ketika handphone miliknya dirampas pelaku.
Menurut Braiel, korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Menteng.
Namun hingga Jumat sore, handphone milik CL belum ditemukan dan polisi masih menyelidiki pelaku.
Baca juga: DPRD Desak Pemkot Jakbar Pasang CCTV dan Penerangan Jalan, Marak Begal-Jambret
Braiel menjelaskan, dalam dua kasus jambret yang menimpa WNA itu, pelaku sama-sama menyasar korban yang sedang lengah di pinggir jalan.
"Pelaku modusnya random terhadap korban yang terlihat lengah di pinggir jalan," kata dia.
"Keterkaitan antara pelaku sampai saat ini belum kita temukan modus komplotan pelaku jambret," tutur Braiel.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




